Gus Yasin: Jangan Lalai, Polio Bisa Muncul Lagi Jika Imunisasi Turun

- Reporter

Minggu, 26 Oktober 2025 - 16:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan, kampanye vaksinasi dan imunisasi polio harus kembali digalakkan. Mengingat pernah terjadi penurunan imunisasi pada saat pandemi Covid-19. Sehingga kasus polio di Indonesia masih cukup banyak.

“Kita kampanye untuk vaksinasi polio karena setelah Covid-19 angka vaksin atau imunisasi menurun sehingga muncul lah penyakit yang sebenarnya waktu itu sudah selesai. Di Indonesia ditemukan ada 49 kasus,”katanya, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menghadiri acara World Polio Day 2025 yang digelar oleh Rotary Club District 3420 dan District 3410 di Awanncosta, POJ City, Kota Semarang, Minggu, 26 Oktober 2025.

Baca Juga :  Rekor MURI Tercipta, Jateng Tanam 1,9 Juta Mangrove Serentak Dipimpin Gubernur Luthfi

Taj Yasin menjelaskan, penurunan imunisasi polio rutin nasional saat pandemi tahun 2020-2022 juga mengakibatkan munculnya kasus polio Jawa Tengah pada tahun 2023. Setidaknya pada tahun itu ditemukan 1 kasus di Kabupaten Klaten pada anak usia 6 tahun. Anak tersebut tidak mendapatkan imunisasi lengkap.

“Jawa Tengah tahun lalu ada satu. Walaupun satu, polio ini kan menular sehingga ini harus tetap kita skrining polio, caranya dengan imunisasi dan vaksinasi anak-anak,” jelasnya.

Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh Rotary Club District 3420 dan 3410 yang menggelar World Polio Day 2025. Dalam acara itu juga dilakukan imunisasi serentak kepada anak-anak se-Indonesia.

Baca Juga :  Hoaks Serang Gubernur Ahmad Luthfi, Mafindo Ingatkan Publik Jangan Mudah Percaya

“Ini menjadi aware kita bersama-sama, pemerintah dan penggerak seperti Rotary ini kita mengimbau kepada masyarakat untuk imunisasi atau vaksin,” ujarnya.

Skrining dan imunisasi juga akan diintegrasikan dengan program dokter spesialis keliling (Speling) yang diterjunkan ke desa-desa se-Jawa Tengah. Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan paripurna kepada masyarakat.

“Bisa nanti kita integrasikan dengan Speling. Tapi kan ada masanya untuk vaksinasi atau imunisasi kepada bayi ini ada usianya 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan. Ini harus kita antisipasi,” jelasnya.*

 

 

 

 

Berita Terkait

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban
Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik
641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas
97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism
Pertama di Indonesia, Kejaksaan Luncurkan Kartu Donor Darah Braille untuk Tunanetra
Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat
Nobar Kedua Timnas di Gubernuran, Dagangan UMKM Ludes Diserbu Penonton
884 Puskesmas Jateng Bakal Dilengkapi Alat Diagnostik TBC Mulai Bulan Depan

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 19:05 WIB

Cegah Kekerasan Berulang, Nawal Yasin Perkuat Jejaring Layanan bagi Korban

Selasa, 29 September 2026 - 18:51 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Perubahan APBD 2026 Perkuat Pangan dan Pelayanan Publik

Selasa, 29 September 2026 - 17:47 WIB

641 Desa Didampingi, Taj Yasin Minta Program Penanggulangan Kemiskinan Diperluas

Selasa, 29 September 2026 - 17:41 WIB

97 Persen Kebutuhan Darah Terpenuhi, Jateng Dorong Medical Tourism

Selasa, 29 September 2026 - 13:09 WIB

Ahmad Luthfi Apresiasi Ribuan Pendonor, Minta Rekam Jejak Donor Tak Terlewat

Berita Terbaru