GIIAS Semarang Dibuka, Ahmad Luthfi Janji Insentif Pajak untuk Majukan Industri Otomotif

- Reporter

Rabu, 24 September 2025 - 21:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan Jawa Tengah menjadi satu-satunya provinsi yang berkomitmen memberikan insentif untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi, transportasi dan daya beli kendaraan bermotor. Insentif tersebut diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta perusahaan yang menanamkan modal di wilayah tersebut.

“Provinsi Jawa Tengah telah memberikan insentif pajak kepada perusahaan-perusahaan yang memberikan kontribusi pembelian lebih dengan kuota tertentu. Jadi hanya Pemerintah Jawa Tengah yang memberikan insentif pajak terkait hal itu,” kata Ahmad Luthfi saat membuka Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) “The Series Semarang” di Muladi Dome, Universitas Diponegoro, Semarang, Rabu, 24 September 2025.

Kebijakan pemberian insentif berupa keringanan pajak kendaraan bermotor tersebut tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 23 Tahun 2025. Besaran insentif yang diberikan beragam. Di antaranya penurunan tarif pajak kendaraan angkutan barang menjadi efektif 72%, tarif kendaraan angkutan orang dari 50% menjadi 36%, serta diskon Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Pertama (BBNKB I) hingga 50% bagi perusahaan yang berinvestasi di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Koperasi Merah Putih di Jateng Progresif, Heri Londo Minta Pemda Lakukan Pendampingan

Sementara terkait GIIAS The Series Semarang 2025, Ahmad Luthfi meminta agar tidak hanya sekadar memberikan informasi terkait perkembangan otomotif saja, tetapi diharapkan ada transaksi dari masyarakat. Selain pembangunan infrastruktur jalan, transaksi otomotif tentu akan menjadi faktor untuk menumbuhkembangkan perkonomian di Jawa Tengah.

“Secara tidak langsung ini juga akan menambah pendapatan asli daerah (PAD), termasuk Jawa Tengah,” ungkap Ahmad Luthfi.

Ketua Harian Gaikindo sekaligus Ketua Penyelenggara GIIAS Semarang 2025, Anton Kumonty, mengatakan, pameran tersebut merupakan kali keempat yang digelar di Semarang. Pameran tersebut diselenggarakan untuk mendorong pertumbuhan dan perkembangan industri otomotif di Indonesia.

“Ini sekaligus menjadi dorongan untuk capaian yang dibutuhkan industri otomotif, khususnya di masa yang penuh tantangan saat ini,” katanya.

Menurut Anton, Jawa Tengah konsisten masuk lima besar wilayah penyebaran kendaraan bermotor terbanyak nasional, dengan kontribusi 5,2% pada kuartal pertama 2025. Jawa Tengah juga menjadi bagian penting dari ekosistem industri otomotif nasional. Hal itu ditandai dengan adanya berbagai industri komponen kendaraan bermotor dan industri karoseri.

Baca Juga :  Noken, Tenun, Batik hingga Kuliner Daerah, UMKM Nusantara Ramaikan MTQ Nasional

“Tentunya ini mempertegas peran strategis jadi Jawa Tengah sebagai salah satu pusat pertumbuhan industri otomotif di Indonesia,” jelasnya.

Adapun GIIAS Semarang 2025 diselenggarakan pada 24-28 September 2025. Ada kurang lebih 50 merek kendaraan bermotor yang terdiri dari 14 merek kendaraan bermotor roda empat, 5 merek kendaraan bermotor roda dua, dan 32 merek dari industri pendukung otomotif.

“Ada 6 merek baru yang pertama kali ikut GIIAS di Semarang. Ini menunjukkan besarnya potensi dan daya tarik pasar otomotif di Jawa Tengah. Dengan dukungan berkelanjutan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, GIIAS semoga tahun ini dan yang akan datang dapat berjalan lancar dan sukses,” katanya.*

Berita Terkait

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci
Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia
GIIAS Semarang 2026, Pasar Otomotif dan PAD Jateng Berpeluang Tumbuh
Jepang Butuh Pengemudi, Jateng Siapkan Tenaga Kerja Teruji
Jateng Tarik Investasi Tiongkok Rp4,55 Triliun, 213 Ribu Tenaga Kerja Terserap

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Senin, 28 September 2026 - 16:14 WIB

Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot

Minggu, 27 September 2026 - 23:03 WIB

Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027

Kamis, 24 September 2026 - 17:29 WIB

Jateng Sabet TPID Terbaik Nasional, Produksi dan Distribusi Pangan Jadi Kunci

Selasa, 22 September 2026 - 21:42 WIB

Dorong Efisiensi Energi, LG Luncurkan Rangkaian AC Berteknologi AI di Indonesia

Berita Terbaru