Cegah Kasus Keracunan, Gubernur Jateng Minta Bupati/Wali Kota Perketat Pengawasan MBG

- Reporter

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 12:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi meminta seluruh bupati/wali kota di wilayahnya, untuk ikut mengawasi program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, pengawasan perlu diperketat, untuk mencegah kasus siswa keracunan.

Dia meminta agar kasus dugaan keracunan akibat menu makan MBG yang terjadi di Kabupaten Sragen, yang ramai diberitakan di media beberapa waktu lalu, bisa menjadi pelajaran bagi kepala daerah lainnya.

Luthfi juga mendorong agar Badan Gizi Nasional (BGN) turut melibatkan satuan tugas (Satgas) MBG, yang sudah dibentuk oleh setiap kepala daerah di Jawa Tengah.

“Pengawasan perlu diperketat. Kemarin ada keracunan di Sragen, nyuwun saran agar Badan Gizi melibatkan Satgas daerah yang melakukan pengawasan,” kata dia, dalam Rapat Konsolidasi Satgas Nasional, Provinsi, Kabupaten/Kota Tentang Percepatan Operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Meeah Putih, di Grhadika Bhakti Praja, Kamis (28/8/2025).

Baca Juga :  Perbaikan Jalan Jateng Tak Hanya Jalur Mudik, Akses Wisata Juga Diprioritaskan

Gubernur meyakini, dugaan keracunan MBG di Sragen bukanlah keracunan, tetapi karena anak-anak belum terbiasa dengan menu yang disajikan, sehingga terkena diare atau mencret.

Lebih lanjut, dia juga meminta bupati dan wali kota ketika menemukan indikasi masalah pada program MBG, jangan langsung menyatakannya sebagai kasus keracunan.

“Minta tolong pada bupati/ wali kota jangan gampang-gampang (menyatakan) ini keracunan, sebelum ada dari dinas turun,” ungkap Ahmad Luthfi.

Untuk menyukseskan program prioritas Presiden RI Prabiwo Subianto ini, pihaknya mengusulkan agar Badan Gizi Nasional (BGN) membangun kantor perwakilan di Jawa Tengah.

Baca Juga :  Meski Ada Efisiensi Anggaran, Rumah Bersubsidi di Jateng Tetap Diminati

“Kami pingin perwakilan pusat itu ada di tempat kita, sehingga directed (diarahkan) daripada peluang mapping. Segala sesuatu segera ditanggapi, tidak terlalu rentan kembali, karena Jakarta terlalu jauh,” ungkap dia.

Luthfi membeberkan, progres saat ini, sudah ada sebanyak 872 dapur umum atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang beroperasi dari total kebutuhan 3.214 SPPG di Jawa Tengah.

Pihaknya siap memfasilitasi percepatan pembentukan pemenuhan SPPG, dengan menyiapkan aset berupa gedung dan bangunan milik Pemprov Jateng.

“Kami siap memfasilitasi bahkan gedung, hotel kalau perlu distribusi kegiatan MBG kami siapkan di tingkat provinsi,” ungkap mantan Kapolda Jateng tersebut.

Berita Terkait

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun
Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim
Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih
Kabar Dugaan OTT Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Belum Tentukan Langkah Pemprov
Ahmad Luthfi Dorong Kampus Terlibat Langsung dalam Pengentasan Kemiskinan Jateng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik

Berita Terbaru