Dugderan Semarang, Agustina-Iswar Tunjukkan Sinergi dalam Memimpin Tradisi

- Reporter

Sabtu, 1 Maret 2025 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

-FOTO BERSAMA- Agustina Wilujeng, Wali Kota Semarang foto bersama warga peserta kirab yang mengawali Dugderan Kota Semarang. Foto : Dok.Dugderan/metrojateng.id

-FOTO BERSAMA- Agustina Wilujeng, Wali Kota Semarang foto bersama warga peserta kirab yang mengawali Dugderan Kota Semarang. Foto : Dok.Dugderan/metrojateng.id

Semarang – Gelaran Dugderan Kota Semarang tahun ini semakin meriah. Ribuan warga turut berpartisipasi menyemarakkan tradisi menyambut bulan suci Ramadan di Kota Semarang.

Peserta maupun warga nampak terlihat memadati Jalan Pemuda dan halaman balai kota sejak Jumat (28/2) siang. Ada yang mengenakan pakaian adat Semarangan hingga membawa patung Warak Ngendog, sebagai simbol akulturasi budaya di Kota Semarang.

Dugderan dipimpin langsung Agustina Wilujeng, Wali Kota Semarang yang berperan sebagai Kanjeng Mas Ayu Tumenggung Purbodiningrum.

Dengan peran itu, Agustina tampak anggun. Ia mengenakan kebaya berwarna merah. Sementara wakilnya, Iswar Aminuddin, mengenakan baju khas Semarangan berwarna abu-abu.

Prosesi Dugder ditandai dengan pemukulan bedug oleh Agustina bersama jajaran Forkopimda sebagai tanda datangnya bulan suci Ramadan.

Baca Juga :  Dorong Generasi Unggul, Pemerintah Perluas Sosialisasi Program MBG

Sosok pemimpin baru Kota Semarang itu memang menjadi magnet masyarakat. Selama tahapan Dugder, Agustina dan Iswar menjadi pusat perhatian. Banyak warga yang ingin berswafoto bersamanya. Dan Agustina pun melayaninya dengan baik.

Agustina – Iswar disambut flash mob ratusan siswa sekolah. Sebelum melepas kirab, Agustina-Iswar memecahkan kendi sebagai pertanda kirab dimulai.

Agustina-Iswar kemudian menaiki kereta kencana, diikuti seluruh kepala OPD dan Forkopimda menuju Masjid Agung Kauman Semarang (MAS). Sesekali Agustina menyalami warga yang antusias menyapa dirinya.

Di MAS, dilakukan prosesi pembacaan Suhuf Halaqoh tanda masuknya bulan suci Ramadan, serta pembagian roti ganjel rel di Alon-Alon Semarang. Pasca dari MAS, rombongan melanjutkan perjalanan ke Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Dorong Optimalisasi SPAM untuk Tekan Penurunan Muka Tanah Pesisir

“Ini adalah tradisi tahunan jelang Ramadan. Semarang ini terdiri dari berbagai macam etnis, dan kebudayaan yang disatukan,” kata Agustina.

Warak Ngendog merupakan hewan mitologi sebagai simbol dari akulturasi budaya yang ada di Semarang. Ada etnis Jawa, Arab, Melayu serta Tionghoa. Sebuah simbol yang menandakan Kota Semarang memiliki toleransi tinggi.

Menurut Agustina, Dugderan bisa menjadi tradisi yang mengangkat pariwisata Kota Semarang. Pengemasan yang semakin baik akan menjadi magnet wisatawan lokal maupun manca negara.

“(Dugderan) ini unik dan keren, keterlibatan masyarakatnya luar biasa. Ini bisa mengangkat nama Kota Semarang,” tandasnya.***

Berita Terkait

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana
Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni
Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun
Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim
Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, BRI Purwodadi Distribusikan Bantuan Air Bersih
Kabar Dugaan OTT Bupati Klaten, Ahmad Luthfi Belum Tentukan Langkah Pemprov
Ahmad Luthfi Dorong Kampus Terlibat Langsung dalam Pengentasan Kemiskinan Jateng

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:56 WIB

Antisipasi Banjir dan Longsor, PKK Jateng Latih Kader Tanggap Bencana

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:23 WIB

Bakti TNI AD untuk Rakyat, Ahmad Luthfi Resmikan Pembangunan Infrastruktur dan Rumah Layak Huni

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Demi Keselamatan Pengendara, Jalur Penyelamat Kalijambe Dikebut hingga Akhir Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Jateng Raih Peringkat Dua Nasional, Taj Yasin Genjot Wisata Ramah Muslim

Jumat, 16 Oktober 2026 - 08:56 WIB

Jumlah Perajin Menyusut, Nawal Yasin Ajak Anak Muda Lestarikan Batik

Berita Terbaru