Slamet Trail Run 2026, Kisah Perjuangan Pelari Menembus Medan Ekstrem Gunung Slamet

- Reporter

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TEGAL – Satu kilometer menjelang puncak Gunung Slamet, menjadi perjuangan panjang bagi Devi. Pelari asal Tangerang itu membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk melewati jalur berpasir yang membuat langkahnya berkali-kali merosot.

Belum selesai menghadapi medan, betisnya juga terluka akibat terkena batu yang jatuh dari atas.

Devi sedang mengikuti kategori 45K dalam Slamet Trail Run 2026 di kawasan Guci, Kabupaten Tegal. Ia harus mengerahkan tenaga ekstra untuk melewati lintasan yang tak bisa ditaklukkan hanya dengan berlari cepat.

“Jadi seperti kita naik 2 (langkah) turun 1 (langkah). Perosot lagi, naik lagi, turun lagi. Terus, kaki juga sempat kena bongkahan batu dari atas jadi agak sobek,”ceritanya, menggambarkan sulitnya jalur berpasir tersebut.

Meski harus menghadapi medan berat dan sempat mengalami cedera, pengalaman itu tetap meninggalkan kesan mendalam bagi Devi. Ia berhasil menjadi pelari perempuan pertama yang finis di kategori 45K setelah menempuh perjalanan sekitar 11 jam. Ini juga menjadi kali kedua dirinya menjajal tantangan Gunung Slamet.

“Slamet Trail Run 2026, keren abis,” katanya.

Bagi Devi, daya tarik lomba ini bukan hanya soal menuntaskan puluhan kilometer lintasan. Sepanjang perjalanan, ia juga menikmati pemandangan alam dan merasakan sambutan hangat warga yang tinggal di sekitar rute.

Ada warga yang memberikan semangat, menawarkan makanan dan minuman, bahkan mengajaknya mampir ke rumah. Hal-hal sederhana itu menjadi pengalaman tersendiri di tengah perjuangan melewati jalur gunung.

“Ada yang ngajak mampir ke rumah juga. Nawarin makan, nawarin minum. Ada yang mau ngeboncengin juga,” ujarnya mengenang momen lucu itu.

Baca Juga :  Anggota Komisi IX DPR RI Yakin Program MBG Lahirkan Generasi Unggul Dimasa Mendatang

Devi memang terbiasa menjadikan ajang lari di luar kota sebagai kesempatan untuk menjelajahi daerah yang dikunjungi. Setelah menyelesaikan lomba, ia tertarik mencicipi kuliner setempat dan menikmati pemandian air panas di Guci.

“Setiap kali saya pulang lari pasti coba wisata kuliner, kita jalan-jalan, keliling-keliling di sini,” katanya.

Pengalaman serupa juga dirasakan Iis, peserta asal Yogyakarta yang ikut di kategori 25K. Ia datang ke Slamet Trail Run karena sebelumnya pernah mendaki Gunung Slamet melalui jalur Guci dan tertarik mencoba pengalaman berbeda di kawasan yang sama dengan berlari.

“Saya sudah pernah pernah muncak ke Slamet, apalagi via Guci itu emang bagus banget,” tuturnya.

Bagi Iis, mengikuti trail run menjadi cara lain menikmati gunung sekaligus menguji kemampuan diri. Setelah lomba, ia bahkan berencana melanjutkan perjalanan dengan berkemah.

Sebelum berangkat, Iis juga sempat bertanya kepada warga tempatnya menginap mengenai tempat wisata dan makanan khas yang layak dicoba di Tegal. Baginya, mengenal daerah yang didatangi menjadi bagian menyenangkan dari perjalanan mengikuti perlombaan.

Sementara itu, Abdi Ramadan, pelari asal Cilacap yang turun di kategori 25K, sengaja memilih rute Gunung Slamet untuk menguji mental. Ia tertarik setelah melihat tantangan jalur tersebut di media sosial, terlebih lomba dimulai pada tengah malam.

Gunung Slamet menjadi daya tarik tersendiri baginya karena merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah. Setelah menyelesaikan lomba, Abdi berencana beristirahat sambil menikmati pemandian air panas Guci.

Baca Juga :  Setiap Jumat ASN Jateng Pakai Sarung Batik, Upaya Baru Dongkrak Ekonomi Daerah

“Kita di Slamet di atap tertinggi Jawa Tengah. Jadi saya rasa menarik dan sangat menantang,” katanya.

Slamet Trail Run 2026 digelar pada 24–25 Oktober dengan melibatkan 1.031 peserta. Rerdiri atas 908 peserta umum dan 123 peserta Kejuaraan Daerah (Kejurda) Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) Jawa Tengah. Ada lima kategori yang dipertandingkan, yakni 45K Ultra, 25K Summit, 15K Forest, 7K Vertikal, dan 5K Fun Run.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, turut melepas peserta (flag off) di seluruh kategori. Tak hanya membuka lomba, ia juga ikut menjajal lintasan dengan turun pada kategori 5K.

Keterlibatan Sumarno sekaligus menegaskan dukungan Pemprov Jateng terhadap pengembangan lari trail sebagai bagian dari sport tourism. Ia mengatakan, Pemprov Jateng akan mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi syariah sebagai program unggulan pada 2027.

“Dan nanti minta dukungan dari teman-teman pengurus ALTI Jawa Tengah untuk kita bersama-sama memajukan trail run ini juga menjadi bagian dari kegiatan sport tourism di Jawa Tengah,” kata Sumarno.

Ia menambahkan, kegiatan seperti Slamet Trail Run diharapkan ikut mendukung peningkatan pariwisata di Jawa Tengah. Perpaduan olahraga alam dan daya tarik destinasi seperti Guci menjadi salah satu peluang untuk mengenalkan potensi wisata daerah kepada lebih banyak pengunjung.

“Ini juga menjadi bagian kita untuk men-support peningkatan pariwisata di Jawa Tengah,” tutup Ketua ALTI Jateng itu.***

Berita Terkait

Gouw Ivan Siswanto Dukung Penguatan Pelayanan Hukum bagi Masyarakat
Football Santri Jateng Cetak Bibit Pesepak Bola, Gus Yasin Dorong Pembinaan Berkelanjutan
Seleksi Anggota KI Jateng Berlanjut, 35 Calon Ikuti Psikotes di Undip
Wagub Taj Yasin Ajak Jadikan Hari Santri sebagai Momentum Pengabdian Sosial
Ferry Wawan Cahyono: Santri Jateng Harus Punya Kesempatan Pendidikan Lebih Luas
Tuntutan Hapus Kredit Dinilai Keliru, Dika Harus Menanggung Kerugian Penggugat
Ahmad Luthfi: Santri Harus Hadir Menjaga Umat dan Mengatasi Kemiskinan
Tak Sekadar Ajang Olahraga, Porprov Jateng 2026 Diharapkan Gerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Slamet Trail Run 2026, Kisah Perjuangan Pelari Menembus Medan Ekstrem Gunung Slamet

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:04 WIB

Gouw Ivan Siswanto Dukung Penguatan Pelayanan Hukum bagi Masyarakat

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:53 WIB

Football Santri Jateng Cetak Bibit Pesepak Bola, Gus Yasin Dorong Pembinaan Berkelanjutan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Seleksi Anggota KI Jateng Berlanjut, 35 Calon Ikuti Psikotes di Undip

Kamis, 22 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Wagub Taj Yasin Ajak Jadikan Hari Santri sebagai Momentum Pengabdian Sosial

Berita Terbaru