Jateng Jadi Salah Satu Penopang Pasar BYD di Sektor EV Nasional

- Reporter

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

- BYD GIIAS SEMARANG- Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, saat memberikan keterangan dalam GIIAS Semarang 2026, Rabu (30/9/2026). Foto : ist/metrojateng.id

- BYD GIIAS SEMARANG- Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan, saat memberikan keterangan dalam GIIAS Semarang 2026, Rabu (30/9/2026). Foto : ist/metrojateng.id

SEMARANG – Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah yang turut menopang pertumbuhan pasar kendaraan listrik BYD di Indonesia. Hingga 2026, lebih dari 3.000 keluarga di Jawa Tengah disebut telah menggunakan kendaraan BYD dengan kontribusi sekitar 37 persen terhadap pasar kendaraan listrik di provinsi tersebut.

Secara nasional, BYD Indonesia mencatat penjualan lebih dari 40.600 unit hingga Agustus 2026. Angka tersebut membuat BYD menguasai sekitar 37 persen pasar kendaraan listrik nasional di tengah pertumbuhan tren elektrifikasi kendaraan.

Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther Panjaitan mengatakan, perkembangan pasar kendaraan listrik menunjukkan bahwa elektrifikasi mulai masuk ke arus utama mobilitas masyarakat. Hal itu disampaikannya dalam GIIAS Semarang 2026 di Muladi Dome, Rabu (30/9/2026).

“Ketika sebuah kendaraan energi baru telah menjadi model dengan penjualan tertinggi secara nasional, hal tersebut menunjukkan bahwa elektrifikasi tidak lagi menjadi solusi alternatif, tetapi mulai menjadi bagian dari arus utama mobilitas masyarakat Indonesia,” kata Luther.

Baca Juga :  Wagub Jateng: Misi Dagang Jadi Momentum Perluas Jejaring Usaha IKM dan UMKM

Menurut Luther, pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik tidak hanya terjadi pada segmen Battery Electric Vehicle (BEV). Segmen Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) atau Dual Mode (DM) juga menunjukkan peningkatan seiring semakin beragamnya kebutuhan konsumen.

Sepanjang Januari-Agustus 2026, penjualan kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) nasional telah mencapai lebih dari 110 ribu unit. Sementara pada semester pertama 2026, penjualan BEV nasional telah melampaui 84 ribu unit atau meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama 2025.

Luther menjelaskan, penjualan PHEV juga menunjukkan pertumbuhan signifikan. Segmen tersebut tercatat mencapai sekitar 7.000 unit, meningkat lebih dari tiga kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berada di kisaran 2.000 unit.

Dijelaskan, perkembangan tersebut menjadi peluang bagi BYD untuk menghadirkan pilihan kendaraan dengan dua teknologi, yakni EV dan DM. Strategi tersebut dinilai dapat menjangkau kebutuhan konsumen yang memiliki karakteristik penggunaan kendaraan berbeda.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Bawa Investor Amerika, Pengolahan Sampah Soloraya Masuk Tahap Baru

“Sekitar 65 persen pasar masih bergantung pada kendaraan fosil, yaitu bahan bakar bensin. Di sinilah peluang sangat besar. Satu teknologi saja tidak cukup untuk menjawab semua kebutuhan,” jelasnya.

Lebih lanjut Luther mengatakan, besarnya potensi pasar kendaraan listrik di Jawa Tengah juga mendorong BYD memperluas jaringan penjualan dan layanan purnajual. Saat ini, BYD telah memiliki tujuh lokasi yang beroperasi di Jawa Tengah.

Jumlah tersebut ditargetkan terus bertambah hingga mencapai 16 lokasi. Perluasan jaringan tersebut menjadi bagian dari upaya BYD membangun ekosistem kendaraan listrik yang semakin mudah diakses masyarakat.

Menurutnya, pertumbuhan kendaraan listrik tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan produk. Kemudahan konsumen mendapatkan layanan purnajual dan akses terhadap jaringan layanan juga menjadi bagian penting dalam pengembangan pasar kendaraan listrik.

“Jawa Tengah menjadi salah satu pasar yang dibidik dalam ekspansi seiring meningkatnya jumlah pengguna kendaraan BYD dan perluasan jaringan layanan di Jawa Tengah,” pungkasnya.(**)

Berita Terkait

JETOUR T2 i-DM Hadir di GIIAS Semarang, Harga Rp705 Juta
Immoderma dan Dinkes Semarang Edukasi Remaja soal Skincare dan Mental Health
OMODA O4 Resmi Meluncur di Semarang, Buka Pre-Booking O4 EV
Menko Polkam Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Jaga Stabilitas Nasional
IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau
Perubahan APBD Jateng 2026 Disepakati, Jalan hingga Fasilitas Sekolah Digenjot
Dirut BULOG Cek Langsung Pasokan Beras Premium, Stok Aman hingga Juli 2027
110 Pereli Jajal Lintasan Baru Batang, Sport Tourism Ikut Terdongkrak

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:13 WIB

Jateng Jadi Salah Satu Penopang Pasar BYD di Sektor EV Nasional

Kamis, 1 Oktober 2026 - 05:02 WIB

JETOUR T2 i-DM Hadir di GIIAS Semarang, Harga Rp705 Juta

Rabu, 30 September 2026 - 19:22 WIB

Immoderma dan Dinkes Semarang Edukasi Remaja soal Skincare dan Mental Health

Rabu, 30 September 2026 - 17:11 WIB

Menko Polkam Dorong Sinergi Pemerintah dan Dunia Usaha Jaga Stabilitas Nasional

Senin, 28 September 2026 - 18:15 WIB

IKM Terkendala Modal, Taj Yasin Dorong Akses Pembiayaan Hijau

Berita Terbaru

- JETOUR T2 i-DM - JETOUR T2 i-DM hadir dalam ajang GIIAS Semarang 2026 dengan membawa teknologi plug-in hybrid untuk kebutuhan mobilitas perkotaan hingga perjalanan jarak jauh. Foto : ist/metrojateng.id

Bisnis

JETOUR T2 i-DM Hadir di GIIAS Semarang, Harga Rp705 Juta

Kamis, 1 Okt 2026 - 05:02 WIB