Bulog Salurkan Beras Tiga Bulan Sekaligus, Warga Demak Terima 30 Kilogram

- Reporter

Minggu, 13 September 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DEMAK – Perum Bulog Kantor Cabang Semarang mulai mendistribusikan bantuan pangan beras untuk masyarakat Kabupaten Demak. Penyaluran kali ini sekaligus mencakup kebutuhan tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026.

Sebanyak 198.757 penerima bantuan pangan (PBP) tercatat mendapatkan bantuan tersebut. Total beras yang disiapkan mencapai 5.962 ton 710 kilogram.

Pemimpin Perum Bulog Kantor Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah, mengatakan pola penyaluran tiga bulan sekaligus membuat setiap penerima mendapatkan 30 kilogram beras.

“Jadi bantuan ini diberikan sekaligus untuk tiga bulan. Kalau setiap bulannya masyarakat menerima 10 kilogram, maka dalam penyaluran kali ini masing-masing PBP mendapatkan 30 kilogram beras,” jelas Rendy saat memantau pembagian bantuan di Balai Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Demak.

Penyaluran telah dimulai sejak awal September dan ditargetkan seluruhnya rampung pada pekan ketiga bulan ini. Setelah itu, Bulog akan melakukan evaluasi untuk memastikan tidak ada masyarakat yang masuk daftar penerima namun belum memperoleh bantuan.

“Penyalurannya baru berjalan sejak awal September, tetapi sampai sekarang sudah sekitar 47 persen yang tersalurkan. Artinya hampir setengah dari total alokasi sudah dibagikan. Kami optimistis seluruhnya dapat diselesaikan pada pekan ketiga September,” ujarnya.

Baca Juga :  BRI Brigjen Sudiarto Perkuat Kesiapsiagaan Bencana Lewat Sosialisasi BCM

Menurut Rendy, waktu evaluasi setelah penyaluran juga diperlukan untuk mencermati administrasi serta menindaklanjuti apabila ditemukan penerima yang belum mendapatkan bantuan.

Dari sisi mutu, Bulog memastikan beras yang dibagikan telah memenuhi ketentuan kualitas beras medium. Standarnya mencakup butiran patah maksimal 25 persen, menir maksimal 2 persen, serta derajat sosoh 95 persen.

Rendy juga menegaskan beras bantuan pangan berasal dari hasil pengadaan dalam negeri. Untuk Demak, pasokan yang digunakan sebagian besar berasal dari hasil produksi petani lokal.

“Kami mengutamakan beras hasil pengadaan dalam negeri. Khusus di Demak, sebagian besar beras yang disalurkan juga berasal dari petani Demak,” katanya.

Sementara itu, data penerima bantuan bersumber dari Kementerian Sosial. Bulog hanya menjalankan distribusi berdasarkan data dan mekanisme yang telah ditetapkan pemerintah.

“Data penerima kami mengikuti yang ditetapkan Kemensos. Kalau ada yang perlu dilakukan penggantian, sudah tersedia mekanismenya, termasuk melalui data cadangan dan penyisiran desil 1 sampai 4,” terang Rendy.

Baca Juga :  TKD Turun, Jateng Usulkan Covering Program dari Kementerian dan Lembaga

Ia menambahkan, seluruh proses penyaluran dilakukan berdasarkan petunjuk teknis yang telah ditetapkan.

“Jadi pelaksanaannya tidak bisa dilakukan sembarangan, karena seluruh proses sudah diatur dalam juknis dan mekanisme penyaluran,” imbuhnya.

Anggota Komisi IV DPR RI Fraksi PKB, Hindun Annisah, turut melakukan pemantauan pembagian bantuan pangan di Desa Sayung. Pengawasan dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak serta kualitas beras sesuai ketentuan.

“Kami ingin memastikan bantuan ini sampai kepada penerima yang tepat. Selain persoalan ketepatan sasaran, kualitas beras juga menjadi bagian penting yang harus kami awasi,” ujar Hindun.

Legislator dari Dapil Demak, Kudus, dan Jepara itu bahkan melihat langsung kondisi beras yang diterima warga.

“Saya sudah melihat dan mengecek berasnya secara langsung. Kualitasnya bagus, masih segar, rasanya juga enak, dan tidak ada bau apek,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Pantau Penyaluran Bantuan Pangan, Abdul Kharis Pastikan Beras Diterima Warga yang Berhak
BCA Syariah Hadirkan “Jemput Berkah” di BCA Expo Semarang 2026
MTQ Nasional XXXI Pacu Ekonomi Jateng, Perhotelan dan UMKM Semarang Kebagian Berkah
Ratusan Gagasan Pusaka Jateng Disiapkan Jadi Referensi Kebijakan Pembangunan 2027
Gus Yasin Sebut MTQ Nasional Beri Efek Ekonomi Rp1,2 Triliun bagi Jateng
Kaji Visiting Jogja, PKA VII Jateng Bidik Penguatan Desa Wisata dan Ekraf
Kapulaga Dorong Perempuan Kalikajar Berkarya, Batiknya Tembus Mancanegara
BMKG: Abu Vulkanik Anak Krakatau Terdeteksi di Atmosfer, Belum Turun ke Jateng

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 22:20 WIB

Bulog Salurkan Beras Tiga Bulan Sekaligus, Warga Demak Terima 30 Kilogram

Minggu, 13 September 2026 - 19:59 WIB

Pantau Penyaluran Bantuan Pangan, Abdul Kharis Pastikan Beras Diterima Warga yang Berhak

Sabtu, 12 September 2026 - 21:44 WIB

BCA Syariah Hadirkan “Jemput Berkah” di BCA Expo Semarang 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 07:05 WIB

MTQ Nasional XXXI Pacu Ekonomi Jateng, Perhotelan dan UMKM Semarang Kebagian Berkah

Jumat, 11 September 2026 - 18:46 WIB

Ratusan Gagasan Pusaka Jateng Disiapkan Jadi Referensi Kebijakan Pembangunan 2027

Berita Terbaru