Lemhannas Jadikan Jateng Lokus Kajian EBT untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

- Reporter

Selasa, 8 September 2026 - 17:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Ketahanan energi Jawa Tengah menjadi perhatian Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI. Pengembangan energi baru terbarukan (EBT), mulai dari panas bumi, tenaga surya hingga pengolahan sampah menjadi energi, dikaji untuk merumuskan rekomendasi penguatan ketahanan energi daerah sekaligus mendukung kemandirian energi nasional.

Jawa Tengah menjadi lokus Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Program Pendidikan Reguler Lemhannas (P4N) Angkatan LXX. Hasil kajian tersebut nantinya dikembalikan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebagai bahan evaluasi dan pengembangan kebijakan energi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mengatakan, kajian Lemhannas menjadi momentum untuk menguji sekaligus mengevaluasi program energi yang selama ini telah berjalan.

“Rekomendasi dari hasil studi tersebut akan dikembalikan kepada kami untuk menjadi bahan evaluasi secara komprehensif,” kata Ahmad Luthfi seusai menerima peserta SSDN di Gedung Merah Putih Lantai 10, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa (8/9/2026).

Menurut Luthfi, Jawa Tengah memiliki sejumlah potensi EBT yang dapat dikembangkan lebih optimal. Di antaranya energi surya, panas bumi atau geothermal, serta pemanfaatan sampah sebagai sumber energi.

Pemprov Jawa Tengah juga menyiapkan dukungan kebijakan melalui insentif perpajakan sesuai kewenangan daerah. Selain itu, penguatan sinergi dengan pemerintah pusat dilakukan melalui nota kesepahaman dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Pastikan Jateng Siap Hadapi Lonjakan 17 Juta Pemudik Lebaran

“Program yang sudah berjalan akan kami evaluasi. Kami menunggu rekomendasi dari Lemhannas untuk menjadi dasar pengembangan lebih lanjut,” ujar Luthfi, yang memimpin Jawa Tengah bersama wagub Taj Yasin.

Gubernur Lemhannas, Ace Hasan Syadzily, mengatakan, Jawa Tengah dipilih sebagai salah satu lokus SSDN karena memiliki pengalaman dalam mengembangkan berbagai sumber energi alternatif.

“Jawa Tengah kami pandang penting dijadikan lokus studi Lemhannas karena telah menyelenggarakan berbagai upaya untuk memperkuat ketahanan energi nasional,” kata Ace.

Ia menegaskan, ketahanan energi tidak semata persoalan ketersediaan listrik atau bahan bakar, tetapi merupakan bagian dari ketahanan nasional. Ketergantungan terhadap energi konvensional dinilai perlu dikurangi di tengah ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi dunia.

Menurutnya, potensi energi yang dimiliki Jawa Tengah, terutama geothermal, tenaga surya, dan energi berbasis pengolahan sampah, perlu dioptimalkan.

Namun, pengembangan EBT juga harus memperhatikan aspek sosial. Ace menilai pengembangan panas bumi, misalnya, perlu dibarengi komunikasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat di sekitar wilayah proyek.

Baca Juga :  Jalur Tengah Pemalang-Banyumas Mulus, Pemudik Bisa Lewat Tanpa Khawatir

Perusahaan pengelola juga didorong membangun komitmen dengan masyarakat melalui program pengembangan masyarakat dan tanggung jawab sosial perusahaan.

“Jangan sampai pengembangan energi hanya berbicara soal investasi dan teknologi, tetapi mengabaikan masyarakat yang berada di sekitar wilayah pengembangan,” ungkap Ace.

Setelah menerima arahan dari Gubernur Jawa Tengah dan jajaran Pemprov, peserta SSDN P4N Angkatan LXX akan melakukan pendalaman di sejumlah wilayah di Jawa Tengah.

Perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait akan terlibat dalam proses pendampingan hingga penyusunan rekomendasi.

Luthfi berharap studi tersebut tidak berhenti sebagai kajian akademis, tetapi menghasilkan rekomendasi yang konkret dan dapat ditindaklanjuti pemerintah.

“Kalian adalah masa depan negara dan bangsa,” pesan Luthfi kepada peserta SSDN P4N Angkatan LXX.

Bagi Jawa Tengah, penguatan EBT bukan hanya soal mencari sumber energi baru. Lebih jauh, pengembangan energi terbarukan menjadi bagian dari upaya membangun ketahanan energi yang lebih mandiri, berkelanjutan, sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.***

Berita Terkait

Dari Lereng Sumbing, Ning Nawal Perkuat UMKM Berbasis Keluarga Lewat Kapulaga
Digitalisasi Perlinsos Jateng Tembus 322 Ribu KK, Agen Diminta Tak Tinggalkan Warga Pelosok
PSEL Semarang Raya Ditargetkan Groundbreaking Desember, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Di Tengah Gempuran Gadget, Sindhu Laras Bocah Hidupkan Karawitan dan Pedalangan Jawa Tengah
Abu Anak Krakatau Belum Terdeteksi di Jateng, Masyarakat Jangan Panik
Krakatau Erupsi, Jateng Siapkan Skenario Transportasi agar Kafilah MTQ Tetap Tiba di Semarang
Pemadaman TPA Putri Cempo Dikebut, Jateng Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca 9–10 September
Respons Cepat Jadi Kunci, Ahmad Luthfi Perkuat Tim Reaksi Cepat Jawa Tengah

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:58 WIB

Lemhannas Jadikan Jateng Lokus Kajian EBT untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 15:55 WIB

Dari Lereng Sumbing, Ning Nawal Perkuat UMKM Berbasis Keluarga Lewat Kapulaga

Selasa, 8 September 2026 - 14:36 WIB

Digitalisasi Perlinsos Jateng Tembus 322 Ribu KK, Agen Diminta Tak Tinggalkan Warga Pelosok

Selasa, 8 September 2026 - 14:16 WIB

PSEL Semarang Raya Ditargetkan Groundbreaking Desember, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Selasa, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Abu Anak Krakatau Belum Terdeteksi di Jateng, Masyarakat Jangan Panik

Berita Terbaru