Krakatau Erupsi, Jateng Siapkan Skenario Transportasi agar Kafilah MTQ Tetap Tiba di Semarang

- Reporter

Selasa, 8 September 2026 - 06:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu penerbangan menuju sejumlah daerah, termasuk Jawa Tengah. Di tengah situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat mengantisipasi kedatangan kafilah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional dengan memastikan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang siap beroperasi selama 24 jam.

Langkah itu menjadi penting karena sedikitnya kafilah dari 10 provinsi memiliki perjalanan yang berkaitan dengan Bandara Soekarno-Hatta, baik sebagai titik transit maupun bagian dari rute perjalanan menuju Jawa Tengah.

Kesepuluh provinsi tersebut yakni Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.

Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Agung Pramono, mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario apabila gangguan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta masih berlangsung ketika rombongan kafilah mulai berdatangan.

“Kalau nantinya (Bandara) Soekarno-Hatta memang belum beroperasi, berarti mereka harus melakukan reschedule atau perubahan jadwal maupun pengalihan moda transportasi. Tetapi untuk area transportasi darat, kami siap,” kata Agung dalam rilis media di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Senin (7/9/2026).

Menurut Agung, sebagaimana arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, koordinasi juga dilakukan dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Langkah tersebut untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan perjalanan darat, terutama bagi penumpang yang sebelumnya mengandalkan penerbangan melalui Jakarta.

Dengan demikian, gangguan penerbangan tidak sampai memutus akses perjalanan para kafilah menuju Semarang. Kesiapan juga ditunjukkan Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang. Sejak Minggu malam, jam operasional bandara diperpanjang menjadi 24 jam.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Puji Inovasi Tersono, Desa yang Sukses Ubah Sampah Jadi Berkah

GM PT Angkasa Pura Semarang, Sulistyo Yulianto, mengatakan, kebijakan tersebut disiapkan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya penerbangan tidak terjadwal maupun pengalihan penerbangan dari bandara lain yang terdampak.

“Kami sudah menyampaikan kepada shuttle ataupun transportasi lain yang beroperasi di wilayah Semarang untuk tetap beroperasi. Jadi kami menjamin kendaraan maupun transportasi lain tersedia bagi penumpang yang mendarat di Semarang,” ujar Sulistyo.

Bandara Ahmad Yani, lanjut dia, juga terus memantau perjalanan para kafilah yang direncanakan menuju Jawa Tengah melalui jalur udara.

Jika penerbangan melalui Jakarta belum memungkinkan, penerbangan langsung menuju Semarang maupun alternatif rute lainnya akan dikoordinasikan bersama pihak terkait.

“Bandara Semarang sampai dengan saat ini siap untuk mendukung kegiatan nasional di Jawa Tengah,” katanya.

Namun, kesiapan tersebut bukan tanpa tantangan. Hingga Senin pukul 10.00 WIB, data Angkasa Pura mencatat sebanyak 29 penerbangan di Bandara Ahmad Yani dibatalkan akibat dampak erupsi Anak Krakatau.

Jumlah itu terdiri atas 14 penerbangan keberangkatan dan 15 penerbangan kedatangan, dengan total 3.420 penumpang terdampak. Sebanyak 1.842 merupakan penumpang keberangkatan dan 1.578 penumpang kedatangan.

Mayoritas penerbangan yang terdampak merupakan rute dari dan menuju Jakarta. Di tengah gangguan penerbangan tersebut, kondisi sebaran abu vulkanik di wilayah Jawa Tengah masih relatif aman.

Kepala Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Yoga Sambodo, mengatakan, berdasarkan pemantauan terbaru yang mengacu pada Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, arah angin di lapisan bawah maupun atas mayoritas bergerak ke barat.

Baca Juga :  Tanam Mangrove Bersama Madrasah Alam, Gus Yasin Ingatkan Pentingnya Menjaga Bumi

“Dari data terakhir kami yang mengacu pada VAAC Darwin, baik pada lapisan bawah maupun lapisan atas, sekarang mayoritas arah anginnya ke arah barat. Itu sebabnya secara relatif untuk Jawa Tengah potensinya aman dan hasil pemantauannya negatif,” kata Yoga.

Hasil paper test untuk mendeteksi abu vulkanik yang dilakukan pada 6 dan 7 September di sekitar Bandara Ahmad Yani juga menunjukkan hasil negatif.

Pemantauan serupa di sejumlah wilayah lain, seperti Tegal, Cilacap, dan Kertajati, turut menunjukkan hasil negatif. Meski demikian, pemerintah tidak menurunkan kewaspadaan.

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan, mengatakan, hingga Senin belum terdapat laporan dampak erupsi Anak Krakatau yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat di Jawa Tengah.

“Belum ada laporan yang secara signifikan mengganggu aktivitas masyarakat,” kata Bergas.

BPBD tetap meminta pemerintah kabupaten/kota meningkatkan kewaspadaan dan memastikan informasi terkait perkembangan kondisi udara tersampaikan kepada masyarakat.

Masyarakat juga diimbau menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah apabila menemukan debu atau asap.

Bagi Jawa Tengah, kesiapan transportasi ini menjadi bagian dari upaya memastikan agenda MTQ Nasional tetap berjalan di tengah situasi penerbangan yang dinamis.

Pemerintah menyiapkan jalur udara sekaligus alternatif transportasi darat agar mobilitas kafilah dari berbagai penjuru Indonesia menuju Semarang tetap terjaga.***

Berita Terkait

Lemhannas Jadikan Jateng Lokus Kajian EBT untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Dari Lereng Sumbing, Ning Nawal Perkuat UMKM Berbasis Keluarga Lewat Kapulaga
Digitalisasi Perlinsos Jateng Tembus 322 Ribu KK, Agen Diminta Tak Tinggalkan Warga Pelosok
PSEL Semarang Raya Ditargetkan Groundbreaking Desember, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari
Di Tengah Gempuran Gadget, Sindhu Laras Bocah Hidupkan Karawitan dan Pedalangan Jawa Tengah
Abu Anak Krakatau Belum Terdeteksi di Jateng, Masyarakat Jangan Panik
Pemadaman TPA Putri Cempo Dikebut, Jateng Siapkan Operasi Modifikasi Cuaca 9–10 September
Respons Cepat Jadi Kunci, Ahmad Luthfi Perkuat Tim Reaksi Cepat Jawa Tengah

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 17:58 WIB

Lemhannas Jadikan Jateng Lokus Kajian EBT untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Selasa, 8 September 2026 - 15:55 WIB

Dari Lereng Sumbing, Ning Nawal Perkuat UMKM Berbasis Keluarga Lewat Kapulaga

Selasa, 8 September 2026 - 14:36 WIB

Digitalisasi Perlinsos Jateng Tembus 322 Ribu KK, Agen Diminta Tak Tinggalkan Warga Pelosok

Selasa, 8 September 2026 - 14:16 WIB

PSEL Semarang Raya Ditargetkan Groundbreaking Desember, Olah 1.000 Ton Sampah per Hari

Selasa, 8 September 2026 - 07:00 WIB

Abu Anak Krakatau Belum Terdeteksi di Jateng, Masyarakat Jangan Panik

Berita Terbaru