Sekda Jateng Ajak Perguruan Tinggi Buka Peluang bagi Lulusan Sekolah Rakyat

- Reporter

Jumat, 28 Agustus 2026 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, mendorong agar program Sekolah Rakyat tidak berhenti pada jenjang pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas (SMA). Tetapi dilanjutkan dengan pendidikan vokasi maupun perguruan tinggi sehingga lulusannya benar-benar siap memasuki dunia kerja.

Hal tersebut disampaikan Sumarno, di sela pembukaan Turnamen Tenis Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VI Jawa Tengah, di Lapangan Tenis Kantor LLDIKTI Wilayah VI, Semarang, Jumat, 28 Agustus 2026.

Menurut dia, program Sekolah Rakyat yang memberikan kesempatan kepada masyarakat miskin untuk memperoleh pendidikan hingga jenjang SMA merupakan langkah positif.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan kelanjutan pendidikan bagi alumni Sekolah Rakyat. Karena itu, diperlukan skenario dan kolaborasi sejak awal agar lulusan Sekolah Rakyat memiliki jalur yang jelas setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

“Kalau nanti lulus, kompetisinya bersamaan dengan yang lain belum tentu nanti memberi kesempatan. Padahal itu harus ada porsi. Ini alumni Sekolah Rakyat nanti ada kuota berapa,” ujarnya.

Sumarno berharap perguruan tinggi di Jawa Tengah dapat ikut memikirkan pola keberlanjutan pendidikan tersebut. Termasuk melalui pendidikan vokasi dan politeknik yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja.

Baca Juga :  Inovasi PAUD Emas Jateng Menarik Perhatian Kabupaten Banggai

Ia mengatakan, Jawa Tengah sebenarnya telah memiliki program yang memiliki semangat serupa melalui SMK Negeri Jawa Tengah. Program tersebut menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu dengan memberikan pendidikan secara gratis selama tiga tahun sekaligus membekali mereka agar dapat langsung bekerja setelah lulus.

“Di Jawa Tengah sebenarnya embrionya sudah ada. Kami untuk siap kerja, sedangkan Sekolah Rakyat ini kalau saya melihat belum sampai ke siap kerja. Berarti harus ada lebih lanjut supaya siap kerja, mungkin nanti di politeknik dan sebagainya,” katanya.

Sementara itu, Kepala LLDIKTI Wilayah VI Jawa Tengah, Prof Dr Ir Aisyah Endah Palupi, mengatakan pendidikan tinggi dapat menjadi estafet berikutnya bagi lulusan Sekolah Rakyat setelah menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah.

Menurut dia, lulusan SMA maupun SMK masih membutuhkan pendalaman kompetensi agar dapat memenuhi kebutuhan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (Dudika).

Baca Juga :  Pemprov Jateng dan ChildFund Siapkan Generasi Tangguh Lewat Pertanian dan Peternakan

“Di situlah pendidikan tinggi mengambil peran untuk meneruskan tongkat estafet tersebut, memberikan banyak sekali keahlian sesuai dengan bidang yang diminati,” katanya.

Aisyah menekankan pentingnya memastikan pilihan program studi di perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Hal tersebut diperlukan agar lulusan tidak mengalami ketidaksesuaian antara kompetensi yang dimiliki dengan pekerjaan yang tersedia.

“Jadi kita bicara pada jenjang S1 saja agar tidak menambah pengangguran, tidak menambah mismatch,” ujarnya.

Ia menjelaskan mismatch dapat terjadi ketika kompetensi atau bidang pendidikan lulusan tidak sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Selain itu, terdapat pula mismatch vertikal, yakni ketika tingkat pekerjaan maupun imbalan yang diterima tidak sesuai dengan jenjang pendidikan yang ditempuh.

Untuk itu, LLDIKTI Wilayah VI akan mendorong kolaborasi perguruan tinggi swasta di Jawa Tengah untuk membuka peluang bagi lulusan Sekolah Rakyat.

“Kita berkolaborasi antarsemua PTS yang ada di Wilayah VI Jawa Tengah, baik itu universitas, politeknik, sekolah tinggi, maupun akademi komunitas untuk menampung lulusan-lulusan Sekolah Rakyat,” katanya.***

Berita Terkait

Nawal Yasin Dorong Ayah Bangun Memori Positif Anak Lewat Cerita dan Permainan
Mendikdasmen dan Ahmad Luthfi Kompak Apresiasi Perjuangan Guru TK di Jawa Tengah
Pemprov Jateng Hadirkan Enam Program untuk Santri, 73 Lolos Beasiswa hingga Luar Negeri
Pesantren Obah Wujudkan Mimpi Santri Jateng Kuliah di China hingga Mesir
Hari Santri 2026, PWNU Jateng Dorong Santri Teruskan Perjuangan Ulama
Hari Santri 2026, Ahmad Luthfi Serukan Santri Berdaya dan Sejahtera
Sambut Hari Santri 2026, Taj Yasin Gaungkan Gerakan Bersih Pesantren
Aktivis Perempuan Jerman Bagikan Pengalaman, Santri Didorong Berburu Beasiswa Luar Negeri

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Nawal Yasin Dorong Ayah Bangun Memori Positif Anak Lewat Cerita dan Permainan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Mendikdasmen dan Ahmad Luthfi Kompak Apresiasi Perjuangan Guru TK di Jawa Tengah

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:59 WIB

Pemprov Jateng Hadirkan Enam Program untuk Santri, 73 Lolos Beasiswa hingga Luar Negeri

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:57 WIB

Pesantren Obah Wujudkan Mimpi Santri Jateng Kuliah di China hingga Mesir

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Hari Santri 2026, PWNU Jateng Dorong Santri Teruskan Perjuangan Ulama

Berita Terbaru