Rekor MURI Tercipta, Jateng Tanam 1,9 Juta Mangrove Serentak Dipimpin Gubernur Luthfi

- Reporter

Rabu, 15 Oktober 2025 - 12:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KENDAL– Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mencetak sejarah baru lewat kegiatan Penanaman Mangrove Serentak Mageri Segoro 2025 yang digelar di Pantai Muara Kencana, Desa Pidodo Kulon, Kabupaten Kendal, Rabu 15 Oktober 2025.

Acara yang diikuti lebih dari 20 ribu peserta ini berhasil mencatatkan Rekor Dunia MURI untuk penanaman mangrove terbanyak dalam satu waktu.

Dalam sambutannya, Gubernur luthfi menyampaikan kegiatan ini merupakan wujud nyata semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan pesisir.

“Hari ini Jateng dengan seluruh komponen hampir berjumlah 20 ribu orang menanam mangrove bersama. Terhitung sejak Juni sampai hari ini sudah tertanam 1,3 juta batang. Harapannya pada bulan Desember nanti bisa mencapai 2 juta mangrove,” ujarnya.

Ia menegaskan gerakan Mageri Segoro bukan sekadar seremoni, tetapi langkah konkret menjaga masa depan lingkungan.

“Rekor MURI ini bukan milik saya, bukan milik Pemprov, tapi milik seluruh peserta yang dari kemarin sudah membantu pelaksanaan Mageri Segoro,” kata Gubernur yang mempimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu.

Luthfi juga mengingatkan pentingnya perawatan pascatanam. Di lokasi tanam, menurutnya banyak bibit mangrove maupun cemara laut yang masih kecil dan kondisinya tak terawat.

“Menanam saja tidak cukup. Dirawat! Saya minta bupati dan wali kota di zona penanaman agar setiap tiga hari sekali patroli, dipimpin kepala DLHK-nya. Kalau ada yang mati, harus diganti,” tegasnya.

Baca Juga :  Hujan Tak Halangi Ribuan Santri Kudus Rayakan Hari Santri Nasional

Ia juga mengibaratkan Mageri Segoro sebagai pagar rumah yang melindungi garis pantai dari abrasi.

“Namanya mageri itu seperti rumah yang harus kita pagari agar pencuri tidak bisa masuk. Air ada yang bisa kita lawan, ada yang tidak, tapi kita bisa cegah agar garis pantai tidak dicuri oleh ombak,” ungkapnya.

Kepala DLHK Jateng Widi Hartanto melaporkan, kegiatan penanaman tahap kedua tahun ini dilakukan di 264 blok tanam yang tersebar di pesisir utara dan selatan Jawa Tengah. Dari jumlah tersebut, 222 blok berasal dari dukungan pemerintah dan sisanya merupakan swadaya masyarakat.

“Sejak Maret, sudah tertanam 668 ribu batang. Hari ini saja, ada tambahan 1.304.410 batang mangrove dan cemara pantai. Total sampai hari ini mencapai 1,9 juta batang,” ujarnya.

Ia juga menyebut kegiatan Mageri Segoro lebih sukses atas dukungan besar dari program CSR berbagai perusahaan hingga BUMD turut memperkuat kegiatan ini.

Sementara itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menegaskan Mageri Segoro berperan penting dalam memperkuat perlindungan kawasan pantai sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat.

“Setiap bibit yang kita tanam adalah investasi dan harapan untuk laut yang sehat dan masyarakat pesisir yang sejahtera. Mari kita perkuat bersama dan lanjutkan budaya Mageri Segoro ini,” katanya.

Baca Juga :  BGN Nilai Jateng Paling Siap dan Terkoordinasi Jalankan Program MBG

Program yang digagas Guvernur Luthfi ini pun mendapat sorotan Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri). Adapun penyerahan piagam penghargaan diberikan Muri kepada Ahmad Luthfi mengapresiasi gerakan lingkungan terbesar di Indonesia itu.

“Kegiatan ini diharapkan memulihkan ekosistem mangrove sebagai benteng alami pantai. Dengan bangga, MURI memberikan apresiasi dan mencatatnya sebagai Rekor Dunia,” ujar Ketua Muri, Jaya Suprana secara daring.

Wilayah pesisir Jawa Tengah sendiri memiliki garis pantai sekitar 971 kilometer, mencakup 17 kabupaten/kota dan 426 desa pesisir. Luasan hutan mangrove di Jateng mencapai 16.102 hektar, namun kondisinya terus terancam abrasi dan penurunan muka tanah.

Dalam kurun 2013–2021, abrasi telah menggerus sekitar 4.993 hektar lahan pesisir, disertai penurunan muka tanah antara 2,4 hingga 3,7 cm per tahun pada periode 2017–2020. Selain abrasi, rob dan eksploitasi sumber daya alam yang tidak berkelanjutan turut memperburuk kondisi ekosistem pesisir.

Dengan capaian ini, Jawa Tengah menegaskan komitmennya menjaga pesisir dari ancaman abrasi dan perubahan iklim. Gerakan Mageri Segoro kini bukan hanya gerakan lingkungan, tetapi juga simbol kolaborasi dan kesadaran kolektif untuk melindungi bumi bagi generasi mendatang.*

Berita Terkait

OTT Berulang, Saatnya Jateng Berani Memutus Mata Rantai Korupsi
Aturan WFH ASN Dirancang, Jateng Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu
Ahmad Luthfi: Birokrasi Tak Boleh Kaku, ASN Harus Cepat dan Tanggap Masalah Warga
BSSN Gelar Napak Tilas, Teguhkan Warisan Persandian dan Ketahanan Siber Nasional
Jateng Siapkan Segalanya untuk MTQ Nasional XXXI, dari Teknis hingga Kafilah
Sekda Jateng Minta Inspektorat Berani Tegur Kepala Daerah Demi Cegah Korupsi
Sekda Jateng Ingatkan Petugas Haji Jangan Lalai Layani Jemaah
Pemprov Jateng Siapkan Skema Hemat Energi, ASN Didorong Naik Sepeda Hingga Kendaraan Umum

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 12:29 WIB

OTT Berulang, Saatnya Jateng Berani Memutus Mata Rantai Korupsi

Rabu, 1 April 2026 - 17:25 WIB

Aturan WFH ASN Dirancang, Jateng Pastikan Pelayanan Publik Tak Terganggu

Rabu, 1 April 2026 - 16:41 WIB

Ahmad Luthfi: Birokrasi Tak Boleh Kaku, ASN Harus Cepat dan Tanggap Masalah Warga

Selasa, 31 Maret 2026 - 19:53 WIB

BSSN Gelar Napak Tilas, Teguhkan Warisan Persandian dan Ketahanan Siber Nasional

Selasa, 31 Maret 2026 - 18:00 WIB

Jateng Siapkan Segalanya untuk MTQ Nasional XXXI, dari Teknis hingga Kafilah

Berita Terbaru