Layanan Terpadu di Jepara, Warga Bisa Skrining TBC hingga Cek Kesehatan Gratis

- Reporter

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JEPARA – Warga masyarakat Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, menyambut baik kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC), yang terintegrasi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Melalui kegiatan tersebut, warga dapat mendapatkan manfaat untuk mengetahui kondisi kesehatannya, sekaligus dapat memeriksakan risiko paparan TBC.

Hal itu terungkap di sela kunjungan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, mendampingi Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus dan Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, dalam kegiatan Active Case Finding (ACF) Tuberkulosis (TBC) yang terintegrasi dengan Program Speling.

Kegiatan digelar di Balai Desa Sukodono, Kecamatan Tahunan, Selasa, 13 Oktober 2026. Menyasar warga yang bergejala maupun memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC.

Dalam kegiatan itu, Sumarno, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wagub Taj Yasin, meninjau pelaksanaan pemeriksaan warga. Meliputi, pemeriksaan dahak untuk sputum BTA (Bakteri Tahan Asam), rontgen, tekanan darah, tinggi badan, serta pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan.

Salah seorang warga yang mengikuti kegiatan tersebut, Dina Amelia, mengaku datang bersama lima anggota keluarganya setelah mengetahui adanya riwayat TBC di lingkungan keluarga mereka.

Baca Juga :  Posyandu Plus Surakarta Dinilai Efektif Tangani Kesehatan Mental, Wagub Minta Direplikasi

Ia berharap pemeriksaan tersebut dapat membantu memastikan kondisi kesehatan seluruh anggota keluarganya sekaligus mencegah penularan.

“Harapannya tidak ada yang tertular dari keluarga, sehingga semuanya tetap sehat. Alhamdulillah, bisa cek kesehatan gratis melalui kegiatan ini,” ungkap Dina.

Sementara itu, warga lainnya, Nurhamidah, mengaku memperoleh informasi mengenai kegiatan tersebut dari kader kesehatan desa. Ia menceritakan pernah mengalami keluhan sakit di bagian dada dan batuk yang mereda, tetapi kemudian kembali berulang.

Nurhamidah berharap kegiatan skrining TBC dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan.

“Kalau bisa, ketika penyakitnya diketahui lebih awal, penanganannya juga bisa lebih cepat,” tuturnya.

Dalam penjelasannya, Kepala Puskesmas Tahunan, Pramita Sukti Setyarini, mengatakan, penelusuran atau tracing TBC penting dilakukan untuk menemukan kasus yang belum terdeteksi, termasuk pada orang yang tidak menunjukkan gejala.

Menurutnya, pemeriksaan aktif diperlukan agar masyarakat yang berisiko terinfeksi TBC dapat segera menjalani pemeriksaan dan memperoleh penanganan sesuai hasil diagnosis.

“Dengan adanya tracing ini, kita bisa menjaring pasien-pasien yang memiliki gejala TB, tidak bergejala, maupun yang memiliki riwayat kontak. Melalui kegiatan ACF, kita bisa melihat gambaran paru-paru melalui pemeriksaan rontgen untuk membantu mendeteksi kemungkinan TBC,” ujar Pramita.

Baca Juga :  Enam SPM Diterapkan, Nawal Yasin Sebut Posyandu Jateng Kian Dekat dengan Warga

Ia menjelaskan, kegiatan skrining TBC di wilayah kerja Puskesmas Tahunan diharapkan dapat dilakukan secara rutin setiap bulan. Pelaksanaannya menyasar sejumlah desa, termasuk menelusuri kontak erat dari pasien yang telah terkonfirmasi positif TBC.

Kontak erat tersebut meliputi anggota keluarga, teman dekat, hingga rekan kerja. Mereka dianjurkan menjalani pemeriksaan meskipun belum mengalami gejala, terutama jika memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC.

“Walaupun tidak bergejala, kalau mereka memiliki riwayat kontak, kita bisa meminta mereka datang untuk diperiksa,” jelasnya.

Dia senang dengan kegiatan di Desa Sukodono yang menggabungkan penelusuran TBC dengan program Speling. Pemeriksaan yang tersedia meliputi rontgen, tekanan darah, tinggi badan, serta pemeriksaan laboratorium sesuai kebutuhan.

Integrasi tersebut diharapkan memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan kesehatan dalam satu kegiatan. Data pelayanan juga diinput melalui sistem Satu Sehat.

“Jadi, kegiatan ini terintegrasi antara Speling, tracing, ACF, dan CKG. Semuanya menjadi satu dan terinput dalam Satu Sehat,” kata Pramita.***

Berita Terkait

RSUD RA Kartini Jepara Perluas Kapasitas Layanan, Bantuan Rp120 Miliar Diusulkan
Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Warga Jateng Diajak Perbarui Data Lewat Portal Perlinsos
Ahmad Luthfi Dorong Wabup Klaten Percepat Penurunan Angka Kemiskinan
Ahmad Luthfi Kobarkan Semangat Atlet Jateng untuk Berprestasi di Pesonas
Harga Cabai Melonjak, Ahmad Luthfi Buka Akses Pangan Murah bagi Masyarakat
Kajati Jateng Teguh Subroto Juga Deputy CdM, 34 Atlet Paralimpik Jateng Siap Berjuang di Nagoya
Gubernur Cup Hard Enduro Gerakkan Ekonomi Warga Kendal
Porsadin VIII Jateng Tekankan Penguatan Karakter dan Akhlak Santri

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 19:11 WIB

RSUD RA Kartini Jepara Perluas Kapasitas Layanan, Bantuan Rp120 Miliar Diusulkan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Pastikan Bansos Tepat Sasaran, Warga Jateng Diajak Perbarui Data Lewat Portal Perlinsos

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Wabup Klaten Percepat Penurunan Angka Kemiskinan

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Ahmad Luthfi Kobarkan Semangat Atlet Jateng untuk Berprestasi di Pesonas

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Harga Cabai Melonjak, Ahmad Luthfi Buka Akses Pangan Murah bagi Masyarakat

Berita Terbaru

OPERASIONALISASI KDKMP – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Perdagangan Budi Santoso, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani meninjau operasionalisasi KDKMP di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (13/10). Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan koperasi dalam mendukung distribusi kebutuhan pokok kepada masyarakat. Foto : Dok.Bulog/metrojateng.id

Bisnis

BULOG Layani 1.985 KDKMP, Pesanan Beras SPHP Tembus 624 Ton

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:42 WIB