Ahmad Luthfi Kobarkan Semangat Atlet Jateng untuk Berprestasi di Pesonas

- Reporter

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Sepuluh atlet disabilitas Jawa Tengah membawa misi prestasi ke Pekan Special Olympics Nasional (PeSONas) II 2026 di Nusa Tenggara Timur (NTT). Berbekal catatan sebagai juara umum pada edisi perdana 2022, mereka akan berjuang di lima cabang olahraga pada 14-18 Oktober mendatang.

Target yang dibawa bukan sekadar berpartisipasi. Ketua Special Olympics Indonesia (SOIna) Jawa Tengah, Kristijani Kirana, berharap para atlet mampu mengulang keberhasilan sebelumnya, ketika kontingen Jateng mengoleksi 88 medali, terdiri atas 36 emas, 30 perak, dan 22 perunggu.

“Kami ingin semua yang berangkat dapat emas,” ujar Kristijani saat pelepasan kontingen SOIna Jateng oleh Gubernur Ahmad Luthfi di Semarang, Senin (12/10/2026).

Kontingen Jawa Tengah terdiri atas 31 orang, yakni 10 atlet, enam pelatih, dan 15 ofisial. Mereka akan bertanding pada cabang atletik, tenis meja, bulu tangkis, bocce, dan renang.

Persiapan telah dilakukan sejak seleksi tingkat kabupaten/kota pada 2025. Para atlet kemudian menjalani tahapan penetapan delegasi, pelatihan mandiri, hingga pemusatan latihan di Semarang pada 9-13 Oktober 2026.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Jawa Tengah, Aria Chandra mengatakan, pemerintah provinsi mendukung kebutuhan kontingen, termasuk akomodasi, kebutuhan atlet, dan pelaksanaan pemusatan latihan. Dukungan juga datang dari sejumlah mitra dan sponsor.

Baca Juga :  Menko Polkam Minta Daerah Rawan Tingkatkan Kesiapsiagaan Karhutla Sejak Dini Secara Serius

“Yang jelas pemerintah provinsi support penuh. Kami berharap anak-anak ini dapat meraih juara, kemudian mereka juga dapat mengeluarkan secara maksimal kemampuan mereka,” katanya.

Di antara yang berangkat ke NTT ada Nael, atlet tenis meja berusia 20 tahun yang akan menjalani debut di PeSONas. Ia mengaku tegang menghadapi pertandingan, tetapi sudah mempersiapkan diri dengan berlatih setiap hari.

Kecintaannya terhadap tenis meja menjadi alasan memilih cabang tersebut. Kini, ia berharap latihan yang dijalani bisa membuahkan hasil ketika menghadapi lawan di NTT.

Saat ditanya target dalam debutnya di ajang nasional itu, Nael menjawab singkat.

“Medali emas,” tuturnya.

Ambisi Nael menunjukkan bahwa keikutsertaan atlet disabilitas bukan semata-mata tentang kesempatan tampil. Mereka juga datang dengan target, menjalani latihan, dan berupaya mencapai prestasi melalui kompetisi.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk berkarya dan berprestasi. Menurut dia, keterbatasan tidak boleh menjadi penghalang untuk mengembangkan potensi.

“Kita semua dilahirkan sama, dan kita punya hak untuk hidup dan berkarya yang sama dengan masyarakat pada umumnya,” kata Ahmad Luthfi saat melepas kontingen.

Baca Juga :  Heri Pudyatmoko Minta Pengembangan Ekowisata Jateng Perhatikan Kelestarian Lingkungan

Ia mengatakan, dukungan terhadap penyandang disabilitas perlu diperluas, tidak hanya dalam bidang olahraga, tetapi juga melalui akses pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja. Pemprov Jateng, antara lain, mendorong pemberdayaan melalui balai latihan kerja (BLK) yang terintegrasi dengan program Kecamatan Berdaya. Upaya tersebut penting agar penyandang disabilitas memiliki kesempatan untuk mandiri dan berdaya.

Bagi Luthfi, para atlet yang berangkat ke NTT bukan hanya peserta kompetisi, melainkan duta Jawa Tengah yang membawa nama daerah. Ia berpesan agar mereka tampil maksimal, menjaga sikap, serta membangun hubungan baik dengan masyarakat setempat.

“Anda adalah duta Provinsi Jawa Tengah. Jaga nama Provinsi Jawa Tengah,” pesan pria yang memimpin Jateng bersama wagub Taj Yasin.

Bagi kontingen Jateng, PeSONas II menjadi kesempatan untuk kembali membuktikan kemampuan di tingkat nasional. Rekor juara umum pada 2022 menjadi modal sekaligus tantangan mempertahankan prestasi di tengah persaingan. Sementara bagi atlet seperti Nael, panggung di NTT menjadi awal untuk mewujudkan ambisi meraih emas.

Ajang ini juga menjadi pengingat ketika kesempatan dan dukungan diberikan secara setara, penyandang disabilitas memiliki ruang untuk menunjukkan kemampuan, mengejar cita-cita, dan membuktikan prestasi.***

Berita Terkait

Ahmad Luthfi Dorong Wabup Klaten Percepat Penurunan Angka Kemiskinan
Harga Cabai Melonjak, Ahmad Luthfi Buka Akses Pangan Murah bagi Masyarakat
Kajati Jateng Teguh Subroto Juga Deputy CdM, 34 Atlet Paralimpik Jateng Siap Berjuang di Nagoya
Gubernur Cup Hard Enduro Gerakkan Ekonomi Warga Kendal
Porsadin VIII Jateng Tekankan Penguatan Karakter dan Akhlak Santri
Kirim 34 Atlet ke Nagoya, Jateng Bidik Prestasi di Asian Para Games
Pemprov Jateng Libatkan Lintas Sektor untuk Tangani Perundungan di Pemalang
Pamor Wicaksono Raih The Best Indonesian Leader Award 2026 Berkat Pengabdian Nyata

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:27 WIB

Ahmad Luthfi Dorong Wabup Klaten Percepat Penurunan Angka Kemiskinan

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:20 WIB

Ahmad Luthfi Kobarkan Semangat Atlet Jateng untuk Berprestasi di Pesonas

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Harga Cabai Melonjak, Ahmad Luthfi Buka Akses Pangan Murah bagi Masyarakat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 15:49 WIB

Gubernur Cup Hard Enduro Gerakkan Ekonomi Warga Kendal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 18:51 WIB

Porsadin VIII Jateng Tekankan Penguatan Karakter dan Akhlak Santri

Berita Terbaru