Luthfi: Kemerdekaan Harus Membuka Jalan bagi Rakyat untuk Sejahtera

- Reporter

Senin, 17 Agustus 2026 - 15:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Kemerdekaan bukan sekadar upacara dan pengibaran bendera semata. Kemerdekaan harus hadir dalam bentuk yang paling dekat dengan kehidupan warga.

Di antaranya, layanan kesehatan yang mudah dijangkau, pendidikan yang terbuka, infrastruktur yang memadai, hingga kesempatan ekonomi yang mampu mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, seusai menjadi Inspektur Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Pancasila, Kota Semarang, Senin (17/8/2026).

Menurut Ahmad Luthfi, jaminan terhadap kebutuhan dasar masyarakat menjadi semakin penting di tengah tekanan fiskal dan situasi geopolitik yang penuh ketidakpastian. Pemerintah, kata dia, harus memastikan setiap kebijakan pembangunan bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat.

“(Jaminan) itu penting karena di saat kondisi geopolitik, kemudian tekanan fiskal, kita harus mampu berbuat untuk bermanfaat bagi seluruh masyarakat,” kata Luthfi, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno.

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur dan pemenuhan layanan dasar, terutama sektor kesehatan dan pendidikan, merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk menekan kemiskinan sekaligus meningkatkan kesejahteraan.

Capaian pembangunan tersebut mulai terlihat dari sejumlah indikator ekonomi Jawa Tengah. Pada semester I-2026, pertumbuhan ekonomi Jateng mencapai 5,80 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 5,45 persen.

Realisasi investasi juga mencapai Rp 59,94 triliun, terdiri atas PMA Rp 25,92 triliun, PMDN Rp 22,62 triliun, dan UMK Rp 11,40 triliun. Investasi tersebut turut menyerap sekitar 213 ribu tenaga kerja.

Baca Juga :  PKL Semarang Apresiasi Peran TNI dalam Mengayomi dan Menjaga Keamanan

Dampaknya tercermin pada indikator kesejahteraan. Angka kemiskinan Jawa Tengah pada Maret 2026 turun dari 9,48 persen menjadi 9,21 persen. Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka pada Februari 2026 turun menjadi 4,24 persen, dari 4,33 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Namun, Luthfi menegaskan, capaian tersebut tidak boleh hanya dilihat sebagai deretan angka statistik.

“Ini tidak berbicara masalah angka, tetapi paling penting adalah ke depan kita harus punya suatu semangat kolaborasi dengan dasar semangat kemerdekaan, persatuan seluruh elemen masyarakat Jawa Tengah bahu-membahu sehingga masyarakat bisa sejahtera,” ujarnya.

Luthfi menekankan, pembangunan di Jawa Tengah harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, terutama untuk menjawab persoalan yang langsung dihadapi masyarakat.

Di sektor kesehatan, misalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperluas pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan program Dokter Spesialis Keliling (Speling). Kedua program tersebut, menurut Luthfi, telah menunjukkan capaian tinggi secara nasional dan terus diperluas hingga menjangkau masyarakat di berbagai desa.

“Program itu terus dilakukan secara berkelanjutan dan sudah menyentuh ribuan desa,” katanya.

Komitmen serupa dilakukan di sektor pendidikan. Pemprov Jateng setiap tahun menyediakan kuota sekolah gratis bagi 5.004 anak dari keluarga miskin dan kurang mampu melalui program sekolah kemitraan.

Program tersebut diperkuat dengan keberadaan SMK Jateng serta 14 Sekolah Rakyat yang telah berdiri di Jawa Tengah.

Selain kesehatan dan pendidikan, pemerintah juga mendorong penyediaan rumah layak huni serta penguatan ekonomi kerakyatan agar potensi ekonomi masyarakat di tingkat bawah dapat semakin produktif.

Baca Juga :  Semarak HUT ke-54 Korpri, Ribuan Peserta Ikuti Jalan Sehat di Jateng

“Termasuk mengangkat terkait dengan rumah layak huni, kemudian ekonomi kerakyatan yang sekarang menjadi prioritas utama dari kita dalam rangka mengefektifkan potensi masyarakat di wilayah,” jelasnya.

Pesan tentang kemerdekaan yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat itu sejalan dengan harapan warga yang hadir di sekitar Lapangan Pancasila.

Sukarno (64), pedagang kaki lima asal Kebonharjo, Kota Semarang, memaknai kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan. Baginya, kemerdekaan juga berarti masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan tenteram, rukun, damai, dan memiliki ruang untuk mencari penghidupan.

Ia berharap pemerintah terus membenahi kondisi ekonomi sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat kecil untuk bertahan dan berkembang.

“Harapan saya masalah ekonomi ini ditata dengan rapi. Kita sambut kemerdekaan ini dengan gembira, rukun, damai. Kalau bagi kami para pedagang ini jangan diuyak-uyak karena cari uang sedang sulit,” ujarnya.

Harapan itu menjadi pengingat bahwa ukuran keberhasilan pembangunan pada akhirnya bukan hanya pertumbuhan ekonomi atau besarnya investasi, melainkan seberapa jauh kemerdekaan benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Bagi pemerintah, momentum HUT ke-81 RI menjadi penegasan bahwa pembangunan Jawa Tengah harus terus bergerak dari angka menuju dampak. Di antaranya layanan dasar yang mudah dijangkau, infrastruktur yang memudahkan aktivitas warga, ekonomi yang membuka pekerjaan, serta kebijakan yang memberi ruang lebih besar bagi masyarakat untuk hidup sejahtera.***

Berita Terkait

Rumah Dinas Wagub Jadi Ruang Silaturahmi, Taj Yasin: Ini Rumah Masyarakat
Hadapi Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, Jateng Tekankan Kesiapan Fasilitas Kesehatan
Taj Yasin Ajak Forum Anak Kawal Pendidikan dan Cegah Perkawinan Anak
Gatotkaca Ikut Nobar Timnas di Gubernuran, Luthfi Siap Gelar Nobar Final
Hakim Tegaskan Tak Ada Kesalahan Bank, Dika Divonis Penjara dan Bayar Ganti Rugi
BMKG: Musim Hujan Jateng Mundur hingga November akibat El Nino
35 Peserta Berhak Lanjut Seleksi Calon Anggota Komisi Informasi Jateng
Gubernur Luthfi Siapkan Empat Sumur untuk Jaga Produktivitas Pertanian Sukoharjo

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:15 WIB

Rumah Dinas Wagub Jadi Ruang Silaturahmi, Taj Yasin: Ini Rumah Masyarakat

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:46 WIB

Hadapi Sistem Rujukan Berbasis Kompetensi, Jateng Tekankan Kesiapan Fasilitas Kesehatan

Jumat, 2 Oktober 2026 - 10:11 WIB

Gatotkaca Ikut Nobar Timnas di Gubernuran, Luthfi Siap Gelar Nobar Final

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:50 WIB

Hakim Tegaskan Tak Ada Kesalahan Bank, Dika Divonis Penjara dan Bayar Ganti Rugi

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:23 WIB

BMKG: Musim Hujan Jateng Mundur hingga November akibat El Nino

Berita Terbaru