Pemprov Jateng Rancang Skema Baru, Aset Idle Didorong Lebih Produktif

- Reporter

Rabu, 1 April 2026 - 20:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan skema baru untuk mempercepat pemanfaatan aset idle atau aset yang belum produktif guna mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, pengelolaan aset idle ke depan akan didorong lebih terpusat agar proses pemanfaatannya berjalan lebih cepat dan efektif. Salah satu skema yang juga diinisiasi Gubernur Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) adalah menyerahkan pengelolaan pemasaran aset-aset tersebut kepada Bapenda Jateng.

Menurut dia, langkah itu diambil karena selama ini aset daerah tersebar di berbagai kabupaten/kota. Sementara pengelolaannya masih berada di masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD) atau di tingkat provinsi, sehingga tidak optimal.

“Kita sekarang sebetulnya untuk pemanfaatan aset, Pak Gubernur sudah punya komitmen dengan konsep baru kemarin bahwa untuk aset idle yang nganggur itu nanti dikelola oleh Bapenda. Jadi semua nanti diserahkan ke Bapenda karena Bapenda punya kantor di 35 kabupaten/kota,” kata Sumarno, usai menghadiri kunjungan kerja spesifik Komisi II DPR di Gradhika Bhakti Praja komplek Gubernur Jateng, Jl. Pahlawan Semarang, Rabu 1 April 2026.

Baca Juga :  Balik Rantau Gratis 2026 Dilepas di Mangkang, Pemudik Rasakan Perjalanan Aman dan Hemat

Ia menjelaskan, jaringan kantor Bapenda di seluruh kabupaten/kota diharapkan dapat mempermudah pemasaran aset-aset milik Pemprov, baik untuk disewakan maupun dikerjasamakan dengan pihak lain.

“Nanti mereka yang akan menjadi marketing untuk memasarkan ini, mau disewa, mau dikerjasamakan,” ujarnya.

Sumarno menilai, pola pengelolaan yang selama ini berjalan menjadi salah satu kendala dalam optimalisasi aset daerah. Pasalnya, ada aset yang berada di daerah lain, tetapi pengelolaannya masih dilakukan oleh OPD atau instansi di Semarang, sehingga proses pemanfaatannya tidak berjalan maksimal.

“Kalau sampai saat ini kan masih dikelola di masing-masing OPD. Bahkan ada yang dikelola BPKAD, kantornya ada di Semarang, asetnya ada di Cilacap, ada di Rembang. Inilah yang menjadi kendala kemarin,” katanya.

Baca Juga :  Ahmad Luthfi Minta Program JTAB Petani Gajian Diperluas ke 1,5 Juta Hektare

Karena itu, Pemprov Jateng berharap skema baru tersebut dapat mempercepat pemanfaatan aset-aset yang selama ini belum menghasilkan kontribusi signifikan bagi PAD. Kata Sumarno, aset idle perlu segera dioptimalkan agar dapat memberi nilai tambah bagi keuangan daerah.

Ia mengakui, dibandingkan sektor perpajakan, kontribusi pemanfaatan aset memang tidak serta-merta besar. Namun, aset yang selama ini menganggur tetap perlu dikelola lebih produktif agar bisa menjadi salah satu sumber tambahan penerimaan daerah.

“Mudah-mudahan nanti dengan konsep baru ini menjadi akseleratif, bahwa aset-aset yang nganggur ini bisa berkontribusi untuk PAD,” kata dia.

Isu optimalisasi aset idle mengemuka di tengah upaya Pemprov Jateng mencari sumber penguatan fiskal daerah. Selain melalui pajak daerah, pemerintah provinsi juga mendorong peningkatan kontribusi dari pengelolaan aset dan penguatan badan usaha milik daerah.*

Berita Terkait

BRI Dukung Apresiasi Pendonor Darah PMI Semarang melalui Berbagai Layanan
BRI BO Pattimura Perkuat Kerja Sama dengan RS Panti Wilasa Citarum
Kolaborasi Lintas Sektor Antar Jateng Masuk 10 Besar Jamsostek Award 2026
BULOG Layani 1.985 KDKMP, Pesanan Beras SPHP Tembus 624 Ton
Tak Cukup Bangun Gedung, Koperasi Merah Putih di Jateng Dituntut Hidupkan Ekonomi Desa
The People’s Cafe Hadirkan Menu Wiken dari Film Empat Musim Pertiwi, Persahabatan Kini Bisa Dicicipi
Pengadaan Beras BULOG Pecahkan Rekor, Jateng Serap 406 Ribu Ton
Ahmad Luthfi Perkuat Kolaborasi BPKP, Pengelolaan Anggaran Harus Efektif

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:49 WIB

BRI Dukung Apresiasi Pendonor Darah PMI Semarang melalui Berbagai Layanan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Kolaborasi Lintas Sektor Antar Jateng Masuk 10 Besar Jamsostek Award 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:42 WIB

BULOG Layani 1.985 KDKMP, Pesanan Beras SPHP Tembus 624 Ton

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:04 WIB

Tak Cukup Bangun Gedung, Koperasi Merah Putih di Jateng Dituntut Hidupkan Ekonomi Desa

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:08 WIB

The People’s Cafe Hadirkan Menu Wiken dari Film Empat Musim Pertiwi, Persahabatan Kini Bisa Dicicipi

Berita Terbaru