Sebulan Pasca Banjir, Relawan PNM Kembali Hadir Dampingi Warga Sumatera

- Reporter

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sebulan setelah banjir dan longsor melanda pulau Sumatera, dampaknya masih nyata dirasakan, terutama oleh keluarga prasejahtera yang menggantungkan hidup dari usaha kecil di Aceh Tamiang, Peureulakk, Kota Langsa, Kabupaten Pidie hingga Bireuen yang dikenal sebagai kota juang. Beberapa titik mengalami dampak yang cukup besar dan masih minim bantuan.

Para relawan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali turun langsung ke berbagai titik krusial tersebut untuk menyalurkan bantuan kepada para masyarakat. Mereka menyusuri rumah-rumah warga dan titik pengungsian.

Kehadiran relawan kali ini menjadi penguat di masa pemulihan, saat sorotan mulai berkurang, namun kebutuhan warga masih tinggi.

Saat menyalurkan bantuan di posko bencana dan beberapa titik lainnya, para relawan dipertemukan dengan sebagian besar nasabah PNM Mekaar yang juga terdampak bencana ini.

Baca Juga :  Jateng Jadi Percontohan CNG, Ahmad Luthfi Bidik Kurangi Ketergantungan Elpiji 3 Kg

Sebelum bencana, mereka mengandalkan warung kecil atau usaha rumahan untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Banjir yang datang tiba-tiba merendam tempat tinggal sekaligus tempat usaha. Peralatan rusak, stok dagangan habis, dan aktivitas usaha terhenti hingga kini.

Relawan PNM menyalurkan bantuan kebutuhan sehari-hari sekaligus menyempatkan diri berbincang dengan masyarakat. Di lapangan, banyak nasabah mengaku masih kesulitan memulai kembali usaha karena keterbatasan modal dan perlengkapan.

Kondisi ini membuat proses pemulihan berjalan lebih lambat, terutama bagi keluarga yang bergantung pada penghasilan harian.

Baca Juga :  Tinjau Istana Negara IKN, Menko Polkam Ungkap Rasa Bangga

Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary mengatakan bahwa PNM memilih untuk kembali hadir karena dampak bencana belum sepenuhnya pulih.

“Sebulan setelah kejadian, kami melihat sendiri bahwa banyak masyarakat dan nasabah kami masih berjuang. Kehadiran relawan diharapkan bisa membantu meringankan beban sekaligus memberi semangat agar mereka bisa kembali bangkit,” ujarnya.

Dampak bencana di Aceh Tamiang dan daerah lainnya menjadi pengingat bahwa pemulihan tidak berhenti ketika banjir surut. Bagi masyarakat kecil, dampak bencana bisa terasa panjang.

Di tengah proses itu, kehadiran relawan dan perhatian yang berkelanjutan menjadi salah satu penopang agar warga tidak kehilangan harapan untuk dapat melanjutkan hidup.***

Berita Terkait

59 Ribu Warga Keluar dari Kemiskinan, Menko Muhaimin Nilai Jateng Progresif dan Inovatif
Bantuan Tahap Kedua Dikirim, Jateng Teguhkan Solidaritas untuk Warga NTT
Jateng Bersaing di Tiga Besar PPD 2026, Trisula Pembangunan Jadi Andalan
Sampah Jadi Energi, Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Lingkungan
Gubernur Ahmad Luthfi Salut pada Kiprah 13 Tokoh Inspiratif Jateng
Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO
Menko Polkam: TNI-Polri Siap Mengawal Penyampaian Aspirasi Masyarakat Agar Aman dan Damai
Dua Tokoh Baru, Jateng Ajukan Tujuh Calon Pahlawan Nasional 2026

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 16:33 WIB

Bantuan Tahap Kedua Dikirim, Jateng Teguhkan Solidaritas untuk Warga NTT

Selasa, 1 September 2026 - 14:41 WIB

Jateng Bersaing di Tiga Besar PPD 2026, Trisula Pembangunan Jadi Andalan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Sampah Jadi Energi, Jateng Raih Penghargaan Pengelolaan Lingkungan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:27 WIB

Gubernur Ahmad Luthfi Salut pada Kiprah 13 Tokoh Inspiratif Jateng

Jumat, 28 Agustus 2026 - 20:53 WIB

Pasar Semarang Sumbang 14 Persen Bisnis ARTUGO

Berita Terbaru