Desa Blankspot Kini Terkoneksi: Program Internet Gratis Ahmad Luthfi Bikin Wisata Ramai

- Reporter

Sabtu, 4 Oktober 2025 - 13:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KLATEN — Program internet gratis Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat desa di wilayah blankspot atau belum ada aliran internet, terutama di kawasan wisata terpencil.

Salah satunya di Desa Wisata Balerante, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, yang kini memiliki akses internet publik setelah lama berada di wilayah blankspot.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Tengah, Agung Hariyadi, melakukan pemantauan sambungan internet di Balerante, Jumat (3/10/2025). Dia menjelaskan, pemasangan internet gratis merupakan upaya pemerintah dalam memperluas akses digital hingga pelosok.

“Internet tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga motor penggerak perekonomian dan pelayanan publik di era digital,” ujarnya.

Menurut Agung, program desa penerima diprioritaskan pada empat kategori, yaitu desa blankspot, desa wisata, desa dengan kemiskinan ekstrem, serta desa rawan bencana. Masing-masing memiliki tujuan pemanfaatan yang berbeda. Bagi desa wisata, misalnya, internet mendukung promosi destinasi dan produk UMKM lokal agar bisa dikenal lebih luas, bahkan hingga ke pasar global.

Ditambahkan, hingga kini Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memfasilitasi jaringan internet di 866 titik desa blankspot. Sepanjang 2025, pemerintah provinsi telah memfasilitasi jaringan internet gratis di 327 desa, terdiri dari 195 desa blankspot, 50 desa wisata, 50 desa miskin ekstrem, dan 32 desa rawan banjir. Gubernur Ahmad Luthfi menargetkan, seluruh wilayah blankspot di Jawa Tengah dapat terhubung internet pada 2029.

Agung membeberkan, di Kabupaten Klaten terdapat sejumlah titik desa blankspot yang telah mendapatkan fasilitas internet Pemprov Jateng. Yakni Desa Tumpukan, Kecamatan Karangdowo, dengan lokasi titik pasang di balai desa. Juga empat desa wisata, yaitu Desa Balairante, Kecamatan Kemalang (titik pasang di Wisata Alam Kalitalang), Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang (titik pasang Wisata Gondola Girpasang), Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo (titik pasang Umbulkemanten), dan Desa Grundul, Kecamatan Kebonarum (titik di Umbulbrondong).

Baca Juga :  Gus Yasin Acungi Jempol Pemerintah Kerahkan 1.050 Gerai Kantor Pos untuk Operasi Pasar Jelang Lebaran

Akses internet publik itu, jelasnya, menggunakan perangkat wifi outdoor dengan kapasitas bandwidth 20 Mbps, tanpa kata sandi, dengan nama jaringan “JatengNgopeniNglakoni”. Penyedia layanan internet yang bekerja sama dengan Diskominfo Jawa Tengah memberikan kemudahan masyarakat dalam mengakses internet.

“Harapannya, masyarakat tidak hanya melek digital, tetapi juga mampu memanfaatkan internet untuk meningkatkan kesejahteraan,” kata Agung.

Penyedia layanan intenet, Zizik Mudiono, menuturkan, pihaknya bekerja sama dengan Diskominfo Jateng dalam pemasangan sambungan internet. Pemasangannya dibutuhkan kerja keras dengan menarik kabel fiber optik sejauh 5 kilometer dari tiang distribusi terakhir menuju Kalitalang, lokasi wisata di Balerante.

“Kami juga menambah 11 tiang baru, agar jaringan bisa sampai ke titik wisata Kalitalang ini. Prosesnya memakan waktu sekitar 15 hari, jauh lebih lama dibandingkan pemasangan normal yang biasanya selesai dalam satu hari,” terangnya.

Zizik menambahkan, jaringan yang dipasang memiliki kapasitas 20 Mbps, dengan radius layanan sekitar 150 meter. Meskipun secara teknis menantang, terutama karena medan yang sulit, dukungan masyarakat sekitar sangat besar.

“Begitu internet menyala, UMKM di sini mulai hidup. Pengunjung bisa membayar nontunai lewat QRIS, promosi wisata lewat Instagram, TikTok, dan YouTube juga lebih lancar. Wisatawan bisa langsung mengunggah dokumentasi perjalanan mereka dari lokasi,” ujarnya.

Ketua Pengelola Wisata Kalitalang, Jainu, mengatakan, sebelum adanya internet, pengunjung khususnya generasi muda sering batal berbelanja di warung atau membeli tiket masuk, karena tidak tersedia pembayaran nontunai atau QRIS.

“Anak-anak muda sekarang datang hanya membawa HP. Begitu ditanya bisa bayar QRIS atau tidak, kalau penjelasannya tidak bisa, mereka langsung pergi. Setelah ada Wi-Fi, kondisinya berubah,” ujarnya.

Data pengelola mencatat, jumlah kunjungan pada 2024 sekitar 59.000 wisatawan. Namun, sejak dipasang internet pada 2025, data kunjungan hingga September 2025 jumlah sudah menembus 125.000 orang. Rata-rata kunjungan harian pada hari kerja 200–300 orang, sementara akhir pekan bisa mencapai 1.500–1.700 orang.

Baca Juga :  Kesempatan Terbatas! PLN Beri Diskon Tambah Daya Hingga 1 Maret 2025

“Wisatawan betah lebih lama, mampir ke warung, tambah kopi, tambah makan. Dampaknya terasa sekali bagi warga,” kata Jainu.

Selain mendukung transaksi digital, internet juga membantu pengelolaan wisata di kawasan rawan bencana Merapi. Melalui jaringan Wi-Fi, pengelola maupun masyarakat dapat mengakses informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) yang diperbarui tiap enam jam.

“Kalau ada kondisi darurat, kami bisa cepat menginformasikan kepada pengunjung,” ujarnya.

Wisatawan mancanegara asal Pakistan, Fazli, yang datang bersama rekannya dari Malaysia, mengaku lebih nyaman berkunjung karena adanya fasilitas Wi-Fi.

“Dulu susah sekali. Kartu SIM saya tidak berfungsi di kawasan tinggi ini. Mau bayar pakai QRIS juga tidak bisa karena tidak ada internet. Sekarang, begitu sampai parkir, langsung ada Wi-Fi. Saya senang sekali,” ujarnya, Jumat (3/10/2025).

Fazli yang sudah enam kali berkunjung ke Kalitalang menyebut, fasilitas itu memudahkan wisatawan mancanegara.

“Kalau tidak ada uang tunai memang susah, tapi sekarang semua bisa dilakukan lewat pembayaran digital. Koneksi internetnya juga sangat cepat. Ini sangat membantu turis dari luar negeri,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Intan Amalia, wisatawan asal Gunungkidul, DIY. Menurutnya, keberadaan internet gratis membuat komunikasi dengan teman lebih mudah saat berkunjung.

“Sebelumnya, kalau janji sama teman sering susah, karena penyedia sinyal tidak masuk ke sini. Sekarang ada Wi-Fi, jadi mudah hubungi teman. Pernah juga lucu, saya janji sama teman baru tapi enggak tahu mukanya, sinyal enggak ada. Setelah ada Wi-Fi, akhirnya bisa saling kirim foto dan ketemu,” tutur Intan.

Berita Terkait

Noken, Tenun, Batik hingga Kuliner Daerah, UMKM Nusantara Ramaikan MTQ Nasional
Pameran Serambi Nusantara Ketiban Berkah MTQ, Transaksi UMKM Nyaris Rp500 Juta
Bulog Salurkan Beras Tiga Bulan Sekaligus, Warga Demak Terima 30 Kilogram
Pantau Penyaluran Bantuan Pangan, Abdul Kharis Pastikan Beras Diterima Warga yang Berhak
BCA Syariah Hadirkan “Jemput Berkah” di BCA Expo Semarang 2026
MTQ Nasional XXXI Pacu Ekonomi Jateng, Perhotelan dan UMKM Semarang Kebagian Berkah
Ratusan Gagasan Pusaka Jateng Disiapkan Jadi Referensi Kebijakan Pembangunan 2027
Gus Yasin Sebut MTQ Nasional Beri Efek Ekonomi Rp1,2 Triliun bagi Jateng

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 16:01 WIB

Noken, Tenun, Batik hingga Kuliner Daerah, UMKM Nusantara Ramaikan MTQ Nasional

Senin, 14 September 2026 - 15:52 WIB

Pameran Serambi Nusantara Ketiban Berkah MTQ, Transaksi UMKM Nyaris Rp500 Juta

Minggu, 13 September 2026 - 22:20 WIB

Bulog Salurkan Beras Tiga Bulan Sekaligus, Warga Demak Terima 30 Kilogram

Minggu, 13 September 2026 - 19:59 WIB

Pantau Penyaluran Bantuan Pangan, Abdul Kharis Pastikan Beras Diterima Warga yang Berhak

Sabtu, 12 September 2026 - 21:44 WIB

BCA Syariah Hadirkan “Jemput Berkah” di BCA Expo Semarang 2026

Berita Terbaru