Bentengi Keluarga dari Judol dan Pinjol Ilegal, Ning Nawal Perkuat Peran Kader PKK

- Reporter

Jumat, 18 September 2026 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SALATIGA – Judi online dan pinjaman online ilegal masih menjadi ancaman bagi masyarakat, termasuk dalam pengelolaan keuangan keluarga.

Tingginya laporan terkait layanan keuangan ilegal itu, menunjukkan perlunya pemerintah provinsi Jateng yang dipimpin gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin, melakukan penguatan literasi, agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran investasi maupun pinjaman yang berisiko.

Hal tersebut disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Hj
Nawal Arafah Yasin,M.S.I, saat membuka Pelatihan Manajemen Keuangan Rumah Tangga di Aula Gedung PDAM Kota Salatiga, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut turut melibatkan Bank Indonesia Jateng dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng.

Data OJK pada 2025 mencatat adanya 21.249 laporan pinjaman online ilegal dan 4.971 pengaduan investasi ilegal. Pada tahun yang sama, OJK menghentikan 2.263 entitas pinjaman online ilegal dan 354 penawaran investasi ilegal.

Ancaman tersebut, menurut Nawal, perlu diantisipasi hingga tingkat keluarga. Karena itu, kader PKK Jawa Tengah didorong tidak hanya memahami pengelolaan keuangan rumah tangga, tetapi juga menjadi agen literasi keuangan, yang dapat mengedukasi keluarga dan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Baca Juga :  Program TMMD Kodim Semarang Tuntas Terlaksana, Wujud Pengabdian ke Masyarakat

Istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen ini mengatakan, pemahaman literasi keuangan penting agar masyarakat tidak mudah tergiur tawaran investasi maupun pinjaman ilegal. Masyarakat perlu mencari informasi terlebih dahulu sebelum menempatkan dana pada sebuah investasi. Terlebih, jika ada tawaran keuntungan yang tidak masuk akal.

“Kalau ada yang mengajak, misalnya nanti investasi Rp50 juta dapat Rp50 miliar. Harus betul-betul mencari informasi terlebih dahulu. Jangan gampang kepincut. Sehingga nanti panjenengan bisa menanyakan ini bagaimana caranya investasi yang aman, bagaimana mendapatkan pinjaman yang aman, yang legal,” beber Ning Nawal, panggilan akrabnya.

Dia juga meminta masyarakat memastikan legalitas lembaga keuangan, sebelum menyimpan uang maupun mengajukan pinjaman. Hal itu penting, menyusul masih ditemukannya lembaga keuangan yang bermasalah dan menyebabkan dana nasabah tidak dapat dikembalikan.

“Waspada lembaga pinjaman di daerah-daerah kita yang pailit ya, banyak uang-uang nasabah tidak bisa dikembalikan tabungannya. Maka kita harus tahu lembaganya memang betul-betul sudah terdaftar pada OJK atau belum,” ucap Bunda Literasi Jateng ini.

Selain itu, judi online juga menjadi ancaman yang perlu diwaspadai keluarga. Nawal membeberkan, sejak 2016 hingga 21 Januari 2025, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) RI telah menangani sebanyak 5.707.952 konten judi online yang tersebar di berbagai situs dan aplikasi internet.

Baca Juga :  Sekda Jateng: MTQ Nasional 2026 Harus Berkesan bagi Peserta dari Seluruh Indonesia

Dalam menghadapi ancaman tersebut, kader PKK dinilai memiliki posisi strategis, karena bersentuhan langsung dengan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan yang didapat melalui pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kader, tetapi diteruskan hingga kelompok dasawisma dan keluarga.

“Saya juga berharap setelah mengikuti pelatihan ini, para kader dapat menjadi agen literasi keuangan. Kader-kader PKK, remaja di sekitar terus panjenengan edukasi,” pinta istri Wakil Gubernur Jateng tersebut.

Nawal berharap, peran kader sebagai agen literasi di tingkat akar rumput diharapkan membuat edukasi mengenai pengelolaan keuangan, investasi yang aman, serta kewaspadaan terhadap pinjaman ilegal dan judi online, dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.

“Hari ini harapannya menjadi salah satu gerakan masif, kader-kader sudah menjadi agen langsung sampai ke grassroot, sehingga ini lebih mempercepat sosialisasi dan edukasi tentang literasi keuangan,” pungkasnya.***

Berita Terkait

Jateng Peringkat Kedua MTQ Nasional, Taj Yasin Dorong Penguatan Kaderisasi
Tuan Rumah Sekaligus Runner Up, Jateng Torehkan Dua Prestasi di MTQ Nasional XXXI
MTQ Nasional XXXI Gerakkan Ekonomi dan Tebarkan Pesan Positif di Jateng
Tak Beranjak hingga Akhir, Ribuan Warga Khidmat Saksikan Final MTQ Nasional XXXI
Ribuan Warga Padati Gebyar MTQ Nasional di Semarang, Alma Esbeye Bikin Suasana Makin Meriah
RUU Kabupaten/Kota, Sekda Jateng Soroti Kekhasan dan Potensi Daerah
Kafilah MTQ dan Pelajar Ramai-Ramai Manfaatkan Cukur Gratis Baznas Jateng
Jokowi hingga Wakil Wali Kota Surakarta Raih Anugerah BAMAGNAS 2026

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 08:44 WIB

Jateng Peringkat Kedua MTQ Nasional, Taj Yasin Dorong Penguatan Kaderisasi

Minggu, 20 September 2026 - 08:25 WIB

Tuan Rumah Sekaligus Runner Up, Jateng Torehkan Dua Prestasi di MTQ Nasional XXXI

Minggu, 20 September 2026 - 08:15 WIB

MTQ Nasional XXXI Gerakkan Ekonomi dan Tebarkan Pesan Positif di Jateng

Sabtu, 19 September 2026 - 17:01 WIB

Tak Beranjak hingga Akhir, Ribuan Warga Khidmat Saksikan Final MTQ Nasional XXXI

Sabtu, 19 September 2026 - 09:07 WIB

Ribuan Warga Padati Gebyar MTQ Nasional di Semarang, Alma Esbeye Bikin Suasana Makin Meriah

Berita Terbaru