SEMARANG – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa Tengah, tak hanya menggema lewat lantunan ayat suci Al Quran. Di arena Pameran Serambi Nusantara, gelaran nasional itu ikut menggerakkan roda ekonomi. Transaksi produk UMKM dan usaha daerah tercatat hampir mencapai Rp 500 juta per hari.
Angka tersebut terungkap saat Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meninjau Pameran Serambi Nusantara di kawasan parkir Simpang Lima atau eks E-Plaza Semarang, Senin siang, 14 September 2026.
“Per hari hampir Rp 500 juta pendapatan yang dihasilkan oleh mereka. Artinya, kalau satu minggu sudah berapa. Bagus sekali,” kata Ahmad Luthfi seusai berkeliling di arena pameran.
Besarnya perputaran transaksi itu menunjukkan bahwa kehadiran ribuan peserta, kafilah, pendamping, dan masyarakat selama MTQ membawa efek berantai bagi pelaku usaha. Aktivitas ekonomi tidak berhenti di panggung perlombaan, tetapi mengalir hingga ke lapak-lapak UMKM.
Sebanyak 150 stan ambil bagian dalam Pameran Serambi Nusantara. Pesertanya terdiri atas 24 stand provinsi, 70 stan kabupaten/kota, 20 stan kuliner, 10 stan mitra, 12 stan kementerian, serta 14 stan mandiri.
Beragam produk ditawarkan, mulai makanan dan oleh-oleh, kain tradisional, kerajinan, fesyen, aksesori, hingga produk kreatif unggulan dari berbagai daerah di Indonesia.
Saat meninjau pameran, Luthfi tampak berhenti di sejumlah stand untuk melihat produk yang dipajang. Kehadirannya juga menarik perhatian pengunjung dan pelaku UMKM. Sejumlah warga bahkan bergantian meminta foto bersama sambil mengabadikan momen dengan telepon genggam.
Namun, di balik keramaian itu, terdapat aktivitas ekonomi yang lebih substansial: produk daerah bertemu langsung dengan pasar.
“Ini membuktikan bahwa melalui MTQ, UMKM ikut tumbuh dan berkembang. Mereka yang berasal dari berbagai provinsi serta kabupaten/kota dapat bertemu, sehingga kita bersama-sama merasakan perputaran ekonomi di wilayah Jawa Tengah,” ujar Luthfi, yang memimpin Jateng bersama Wagub Taj Yasin.
Dampak tersebut dirasakan langsung peserta pameran. Salah satunya Sekretaris I Dekranasda Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Lintje Siwabessy Paiman. Ia mengatakan, antusiasme masyarakat terhadap produk yang dibawa dari Papua membuat stan mereka ramai sejak hari pertama.
“Hari pertama kami sampai kewalahan. Mungkin masyarakat ingin melihat apa saja yang dibawa oleh teman-teman dari Papua,” katanya.
Bagi pelaku UMKM, keramaian tersebut bukan sekadar jumlah pengunjung. Pameran menjadi ruang untuk memperkenalkan produk kepada pasar baru, membangun jejaring dengan pelaku usaha dari daerah lain, sekaligus membuka peluang transaksi yang dapat berlanjut setelah MTQ berakhir.
Pameran Serambi Nusantara berlangsung pada 12-19 September 2026. Momentum MTQ Nasional XXXI diharapkan tidak berhenti sebagai perhelatan keagamaan, tetapi meninggalkan jejak ekonomi yang dirasakan masyarakat dan pelaku usaha.
Dengan transaksi yang mendekati Rp 500 juta setiap hari, lantunan MTQ di Semarang pun memiliki gema lain yakni perputaran nilai uang, produk daerah dikenal, dan UMKM ikut tumbuh.***









