PLN Tegaskan PLTP Gunung Ungaran Masih Tahap Kajian, Belum Ada Pengeboran

- Reporter

Sabtu, 5 September 2026 - 21:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : ilistrasi

Foto : ilistrasi

SEMARANG – PT PLN (Persero) menegaskan rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Gunung Ungaran, Jawa Tengah, masih dalam tahap perencanaan dan studi kelayakan. Hingga saat ini, rencana tersebut belum memasuki tahap konstruksi maupun pengeboran.

Senior Manager Perijinan, Pertanahan dan Komunikasi PLN UIP Jawa Bagian Tengah Ferdyan Hijrah Kusuma mengatakan, proses pengembangan akan dilakukan secara bertahap dengan mengacu pada hasil kajian serta ketentuan yang berlaku.

“PLN menghormati perhatian dan aspirasi masyarakat terkait rencana pengembangan panas bumi di kawasan Gunung Ungaran. Saat ini rencana tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum memasuki tahap konstruksi maupun pengeboran,” ujar Ferdyan.

Menurutnya, berbagai kajian dilakukan bersama para pihak terkait sebelum pengembangan memasuki tahapan selanjutnya. Kajian tersebut mencakup aspek teknis, keselamatan, lingkungan, sosial, tata ruang, perizinan hingga pelestarian cagar budaya.

“Setiap tahapan akan mempertimbangkan hasil kajian serta ketentuan dan peraturan yang berlaku. Masukan dan aspirasi masyarakat juga menjadi bagian penting dalam proses perencanaan,” katanya.

Perhatian Sumber Air dan Lingkungan

PLN memahami keberadaan sumber air dan keberlangsungan aktivitas masyarakat menjadi perhatian penting dalam rencana pengembangan panas bumi di kawasan Gunung Ungaran.

Baca Juga :  Nawal Yasin Optimistis UMKM Jateng Tumbuh Kuat dan Mampu Tembus Pasar Dunia

Karena itu, kebutuhan air serta potensi dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat menjadi bagian dari kajian sebelum kegiatan memasuki tahapan berikutnya.

Hasil kajian nantinya menjadi salah satu pertimbangan dalam pemenuhan persyaratan dan perizinan lingkungan. PLN juga memastikan pengembangan panas bumi dilakukan dengan memperhatikan kondisi bawah permukaan.

Sebelum menentukan lokasi sumur, penelitian geologi dan geofisika dilakukan untuk memahami kondisi batuan, air, panas, serta struktur bawah permukaan. Hasil penelitian tersebut menjadi salah satu dasar dalam menentukan lokasi dan arah pengeboran apabila kegiatan nantinya memasuki tahap eksplorasi.

Titik Pengeboran Tak di Candi Gedong Songo

Terkait kekhawatiran mengenai keberadaan Cagar Budaya Candi Gedong Songo, PLN menyampaikan bahwa rencana titik pengeboran tidak berada di area Candi Gedong Songo.

“Apabila nantinya kegiatan memasuki tahap eksplorasi, lokasi pengeboran akan ditentukan dengan mempertimbangkan hasil kajian teknis, ketentuan zonasi, serta aturan perlindungan cagar budaya yang berlaku,” jelas Ferdyan.

Ia menjelaskan, Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran memiliki cakupan wilayah yang luas, yakni sekitar 29.800 hektare. Namun, luasan tersebut tidak berarti seluruh wilayah akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur PLTP.

Baca Juga :  Akhirnya Jelas, BULOG Pastikan Tebu Blora Diserap Sesuai Harga Pemerintah

Sementara itu, kebutuhan lahan untuk pembangunan PLTP dengan kapasitas rencana 55 Megawatt (MW) masih menunggu hasil kajian dan analisis yang sedang dilakukan.

Terus Koordinasi dengan Pemerintah dan Masyarakat

PLN juga terus melakukan koordinasi dengan Kementerian ESDM, pemerintah daerah, para ahli, pemangku kepentingan lainnya, serta masyarakat dalam proses pengembangan PLTP Gunung Ungaran.

“PLN terbuka terhadap masukan dan aspirasi masyarakat. Kami ingin setiap proses dilakukan secara transparan dan berdasarkan kajian, dengan tetap memperhatikan keselamatan, kelestarian lingkungan, serta perlindungan warisan budaya,” tutur Ferdyan.

PLN berharap proses perencanaan dan kajian yang dilakukan dapat memberikan pemahaman lebih utuh kepada masyarakat mengenai rencana pengembangan panas bumi Gunung Ungaran.

Ruang komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya akan terus dibuka agar setiap tahapan pengembangan dapat mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk aspek sosial, lingkungan, dan pelestarian kawasan.(**)

Berita Terkait

LG Hadir di IIPE 2026, Kenalkan Solusi Udara Sehat untuk Pemilik Hewan Peliharaan
Beras SPHP dan Minyakita Terus Disalurkan, Bulog Semarang Jaga Stabilitas Pangan
Inovasi Sexing Sapi Perah, Strategi Jateng Wujudkan Sentra Produksi Susu
Dari Kulkas hingga Hair Dryer, LG Pamerkan 7 Inovasi di IFA 2026
PLN Kejar Penyelesaian Infrastruktur Listrik KEK Kendal, Ditarget Rampung Akhir 2026
BRI Salatiga Tebar Kejutan dan Apresiasi untuk Nasabah di Hari Pelanggan Nasional
BOH BRI Brigjen Sudiarto Sapa Nasabah di Hari Pelanggan
BRILink Salatiga Raih Penghargaan Berkat Dana Talangan

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 21:14 WIB

PLN Tegaskan PLTP Gunung Ungaran Masih Tahap Kajian, Belum Ada Pengeboran

Sabtu, 5 September 2026 - 20:45 WIB

LG Hadir di IIPE 2026, Kenalkan Solusi Udara Sehat untuk Pemilik Hewan Peliharaan

Sabtu, 5 September 2026 - 11:54 WIB

Beras SPHP dan Minyakita Terus Disalurkan, Bulog Semarang Jaga Stabilitas Pangan

Sabtu, 5 September 2026 - 08:20 WIB

Inovasi Sexing Sapi Perah, Strategi Jateng Wujudkan Sentra Produksi Susu

Jumat, 4 September 2026 - 22:50 WIB

Dari Kulkas hingga Hair Dryer, LG Pamerkan 7 Inovasi di IFA 2026

Berita Terbaru